Timun Mas Kembali, Kini Hadir dalam Animasi

  • 15 Sep 2026 08:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Dongeng Timun Mas kembali hadir dalam bentuk animasi dengan sentuhan visual modern dan teknologi CGI. Kolaborasi tersebut mempertemukan kreator Andrey Pratama, penulis Ratih Kumala, serta studio animasi Imagimata Indonesia. Karya ini menjadi upaya baru menghidupkan kembali cerita rakyat Nusantara melalui medium yang dekat generasi.

Andrey Pratama dipercaya sebagai kreator sekaligus sutradara dalam pengembangan animasi yang mengangkat kisah Timun Mas. Ratih Kumala, penulis Gadis Kretek dan Koloni, turut memperkuat cerita melalui pengembangan naskah animasi. Sementara itu, studio Imagimata menangani proses produksi dengan melibatkan talenta kreatif Indonesia secara menyeluruh.

Keterlibatan talenta dalam negeri menjadi salah satu hal yang menonjol dari proses produksi karya tersebut. Tim produksi menyebut seluruh pengerjaan animasi melibatkan sumber daya kreatif Indonesia tanpa keterlibatan talenta asing. Kolaborasi tersebut memperlihatkan potensi pekerja kreatif Indonesia dalam mengembangkan karya berbasis budaya lokal secara konsisten.

Karakter Timun Mas dalam animasi ini mendapat suara dari Mutiara Azka, seorang pemeran muda Indonesia. Namanya sebelumnya dikenal melalui perannya sebagai Sophie Sheridan dalam pertunjukan musikal Mamma Mia! di Jakarta. Kehadiran Mutiara memberikan warna tersendiri bagi karakter Timun Mas dalam adaptasi animasi tersebut di layar.

Timun Mas merupakan cerita rakyat Jawa Tengah yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Kisahnya mengikuti perjuangan seorang gadis cerdas ketika melarikan diri dari kejaran raksasa bernama Buto Ijo. Keberanian dan kecerdikan menjadi nilai utama yang membuat kisah tersebut tetap relevan lintas generasi.

Adaptasi animasi memberikan ruang baru untuk menghadirkan cerita Timun Mas kepada penonton generasi masa kini. Teknologi CGI digunakan untuk memperkuat pengalaman visual tanpa menghilangkan unsur budaya yang menjadi identitas cerita. Pendekatan tersebut mempertemukan kekayaan cerita tradisional dengan perkembangan teknologi dalam industri animasi Indonesia modern.

Kehadiran karya ini juga memperlihatkan peluang cerita rakyat berkembang menjadi bagian dari industri kreatif nasional. Adaptasi melalui animasi dapat membuat kisah tradisional lebih mudah diterima penonton yang tumbuh bersama teknologi digital. Pada saat yang sama, nilai budaya dalam cerita tetap dapat dikenalkan melalui medium yang lebih modern.

Timun Mas akhirnya tidak hanya hadir sebagai dongeng masa kecil yang diwariskan secara lisan kepada masyarakat. Melalui animasi, kisah tersebut memperoleh ruang baru untuk dikenal dan dinikmati generasi yang berbeda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga cerita rakyat tetap hidup di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....