Spotify Hapus 75 Juta Lagu Spam untuk Jaga Kualitas Platform

  • 21 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Platform layanan musik digital Spotify mengambil langkah besar dalam menjaga kualitas ekosistem musik di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Perusahaan tersebut menghapus sekitar 75 juta lagu spam dari platformnya selama kurun waktu dua belas bulan terakhir. Kebijakan itu dilakukan untuk membatasi penyebaran konten berkualitas rendah yang diproduksi secara massal menggunakan teknologi kecerdasan buatan.

Fenomena tersebut dikenal dengan istilah AI slop, yaitu musik yang dibuat secara otomatis dalam jumlah sangat besar. Konten semacam itu umumnya diproduksi untuk memenuhi platform digital tanpa mengutamakan kualitas artistik maupun pengalaman pendengar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi ruang bagi karya orisinal yang dihasilkan para musisi.

Global Head of Artist Marketing and Policy Spotify, Sam Duboff, menjelaskan kecerdasan buatan bukan penyebab utama munculnya praktik spam. Menurutnya, teknologi tersebut hanya mempercepat dan memperbesar praktik yang sebelumnya telah berlangsung pada berbagai platform digital. Pernyataan tersebut disampaikan Duboff dalam wawancara bersama ABC News Australia saat melakukan kunjungan kerja ke Australia.

Spotify saat ini menerima sekitar 100 ribu unggahan lagu baru setiap hari dari berbagai penjuru dunia. Unggahan tersebut mencakup karya musisi, lagu hasil remix berbasis kecerdasan buatan, hingga kloning suara menggunakan teknologi deepfake. Besarnya jumlah unggahan membuat proses moderasi konten menjadi tantangan penting bagi pengelola platform musik digital.

Meski memperketat pengawasan terhadap konten spam, Spotify tetap memberikan ruang bagi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses kreatif. Perusahaan menilai penggunaan teknologi tersebut sepenuhnya menjadi keputusan masing-masing artis, produser, maupun penulis lagu. Namun, Spotify mendorong transparansi melalui sistem kredit yang menjelaskan penggunaan kecerdasan buatan pada sebuah karya.

Sistem kredit tersebut memungkinkan pendengar mengetahui bagian karya yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan selama proses produksi musik. Informasi dapat mencakup penggunaan instrumen digital, vokal sintetis, maupun elemen kreatif lainnya yang dihasilkan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap karya yang dipublikasikan melalui platform Spotify.

Di tengah meningkatnya produksi musik berbasis kecerdasan buatan, Spotify tetap menaruh perhatian besar terhadap kreativitas manusia. Perusahaan meyakini karya yang lahir dari pengalaman, emosi, dan identitas musisi akan terus memiliki tempat tersendiri. Pendengar dinilai tetap menghargai orisinalitas sebagai nilai utama dalam menikmati sebuah karya musik.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan diperkirakan akan terus mengubah industri musik pada masa mendatang. Karena itu, keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan terhadap kreativitas manusia menjadi tantangan yang perlu dijaga bersama. Upaya Spotify tersebut menjadi salah satu langkah menjaga kualitas ekosistem musik digital agar tetap sehat, adil, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....