Shahnaz Salsabilah, Dara Cantik di Balik Visual Album Treeshome

  • 24 Apr 2025 18:42 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Ada yang menarik dari album "Rumah Pohon" Treeshome yang baru saja dirilis pekan ini. Band Pop Folk yang terbentuk sejak 2016 ini menghadirkan visualisasi menarik pada sampul album mereka.

Tak sekadar bicara soal musik. Pada album perdananya, Treeshome sekaligus menegaskan makna sampul album "Rumah Pohon".

Visual "Rumah Pohon" ini rupanya lahir dari tangan dara cantik kelahiran Ternate, Shahnaz Salsabilah. Tangan dingin Anaz, sapaannya, semakin memperkuat rasa dalam karya Treeshome yang sejak awal mengusung musik bernuansa puisi, alam, dan cerita-cerita dari Timur.

Visual pada album "Rumah Pohon" Treeshome. (Dok. Treeshome).

Anaz menyulap seluruh rasa, cerita, dan warna dari 9 trek lagu Treeshome menjadi satu visual artwork yang sarat akan makna. “Setiap lagu punya napasnya sendiri, dan saya berusaha merangkumnya dalam satu frame yang utuh,” ujar alumni Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang ini, dikutip RRI, Kamis (24/4/2025).

Artwork Rumah Pohon menggambarkan bahwa rumah bukan hanya tempat, tapi rasa. Bisa sosok, bisa suasana.

Di karyanya, Anaz menampilkan sosok putih bercahaya di depan pohon besar, dengan empat garis putih yang merepresentasikan asal-usul Treeshome: Maluku Utara dengan empat kesultanan. Garis ini juga bisa dimaknai sebagai atap rumah, simbol pelindung.

“Sosok bercahaya itu saya artikan sebagai ibu, dan atap itu adalah ayah. Tanpa salah satu dari keduanya, rumah tidak akan pernah lengkap,” ucap Anaz.

Tak berhenti di situ, ia juga menyisipkan warna-warna simbolik yang mewakili tiap lagu. Dalam setiap warna yang digunakan bukan sekadar estetika, melainkan representasi emosional dari tiap lagu.

Merah menyala dari matahari menjadi simbol lagu 'Mantra Kabata', memancarkan nuansa magis yang kuat. Sementara oranye lembut menyerupai senja mewakili 'Senja Tak Bernyawa', lagu yang menyuarakan kehilangan dengan cara yang pelan namun menusuk.

Warna kuning hangat di langit menggambarkan semangat dalam lagu 'Riang Kita'. Sedangkan biru laut yang dalam mencerminkan kedalaman rindu dalam 'Rindu Beradu'.

Pohon dengan warna coklat pekat menjadi metafora dari Suara 'Tanah Rempah', yang menyuarakan akar dan tanah tempat berpijak. Putih yang bersih dan hening mewakili 'Jejak Tapak', sebagai simbol perjalanan dan keikhlasan yang tak selalu bisa diucap.

Dan akhirnya, laut luas yang terbentang menjadi visualisasi dari 'Ruang Sesaat', menciptakan bayangan akan kesementaraan yang tenang, namun penuh makna. Anaz menjelaskan bahwa karya ini bukan sekadar hasil tugas desain—tapi bagian dari refleksi personal.

“Saya ikut dari awal proses album ini, ikut jatuh bangunnya. Visual ini juga jadi refleksi diri saya. Sosok putih yang memantul di laut itu… ya, mungkin itu juga saya,” ucap Anaz, sedikit lirih.

Artwork Rumah Pohon membuktikan satu hal. Musik dan seni visual bisa berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bersama-sama menyampaikan rasa yang tak terucap lewat kata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....