Sekolah Rakyat, Jembatan Asa bagi Keluarga Kurang Mampu di 'Kota Rampah'

  • 26 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Tak pernah terpikirkan bagi Nurlela Yusuf (43) seorang ibu tunggal kala mendapat informasi tentang sekolah gratis bagi buah hatinya. Warga di Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara mendapatkan informasi penting itu dari sekolah dasar tempat anaknya mengenyam pendidikan.

Informasi itu berisi pesan akan adanya kesempatan untuk melanjutkan jenjang ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan dukungan fasilitas tanpa membayar alias gratis. Pesan itu, ia sampaikan kepada anak bungsunya agar melanjutkan pendidikan ke tahap berikutnya.

Nurlela Yusuf, orang tua dari salah satu siswa di SRMP 26, Kota Ternate, Maluku Utara. Foto: RRI/Zaki

Gayung bersambut, sebagai anak yang menyadari kondisi orang tuanya, Muhammad Farhan (14) dengan senang hati untuk ikut serta melanjutkan pendidikan tanpa membebani ibunya. Sebagai orang tua tunggal dengan profesi asisten rumah tangga, kesempatan bersekolah gratis dengan fasilitasnya seakan seperti 'oase' bagi Nurlela.

Ia ingin melihat anaknya menjadi orang sukses di masa depan melalui pendidikan. "Yang penting Farhan jadi orang dan jadi anak terbaik di sekolah," ucapnya.

Membangun Asa melalui Sekolah Rakyat

'Kota Rampah' menjadi sebutan khas bagi Kota Ternate yang berada di Provinsi Maluku Utara. Sekolah Rakyat Menengah Pertama(SRMP) 26 di Kota Ternate berada dalam kawasan Sentra Wasana Bahagia yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Sekolah Rakyat tersebut menjadi tumpuan bagi salah satu anak dari keluarga kurang mampu di Ternate. Muhammad Farhan, salah satu siswa SRMP 26 bersyukur ketika menjadi siswa di Sekolah Rakyat.

Kondisi rumah Muhammad Farhan, salah satu siswa SRMP 26 yang berlokasi di Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara. Foto: RRI/Mario Panggabean

"Orang tua saya sangat senang karena tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk bersekolah dan saya senang bersekolah di sini karena guru-gurunya baik serta teman-teman banyak," ucap Farhan.

Ia menjadi salah satu siswa di antara 32 siswa dan 18 siswi yang menjadi peserta ajar SRMP 26. Melalui SRMP 26, ia menyimpan asa untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas.

Melalui bekal pendidikan tersebut ia mengabdi untuk menjadi seorang prajurit. "Saya ingin menjadi prajurit TNI untuk berbakti kepada negara," ucap anak terakhir dari 3 bersaudara dengan ibu tunggal ini.

Muhammad Farhan (14) salah satu siswa SRMP 26, Kota Ternate yang menyimpan asa untuk meraih cita-citanya melalui Sekolah Rakyat. Foto: RRI/Mario Panggabean

Kawah Pembentukan Karakter

Sekolah Rakyat sendiri menerapkan kurikulum tidak hanya untuk menunjang sisi akademis saja. Lebih dari itu, dengan pola pendidikan bersifat asrama, pembentukan karakter dan disiplin menjadi bagian penting dari pendidikan Sekolah Rakyat.

Siswi dan siswa SRMP 26 menutup proses belajar mengajar dengan doa bersama. Foto: RRI/Mario Panggabean

Melalui skema tersebut diharapkan mampu menerapkan pembinaan karakter bagi peserta didik karena pendidikan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. "Dalam pendidikan asrama ini, anak - anak didik karakternya, nilai religius, nasionalisme serta bela negaranya dan hal tersebut menjadi bagi kurikulum dari Sekolah Rakyat" ucap Kemal Pasha, Wakil Kepala Sekolah SRMP 26 Kamis 4 Juni 2026.

Pemuda asal Jawa Timur yang mengabdikan dirinya menjadi tenaga pendidik ini dengan semangat mengisahkan betapa pentingnya pembentukan karakter dan disiplin dalam pola pendidikan di Sekolah Rakyat. "Jadi jika ada anak yang tidak disiplin maka akan ada punishment dengan tujuan melatih anak agar menjadi pribadi yang unggul," ujarnya.

Fasilitas Mumpuni

Sebagai bagian untuk memberikan kesempatan bagi wong cilik dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, Sekolah Rakyat memiliki fasilitas yang baik untuk mendukung proses belajar mengajar. Mulai dari alat ajar terkini, konsumsi, seragam sekolah hingga alat tulis telah disediakan agar siswa dan siswi fokus dalam menunaikan tugasnya sebagai pelajar.

Fasilitas belajar mengajar di SRMP 26 menggunakan media ajar berupa TV digital. Foto: RRI/Mario Panggabean

Kemal Pasha menyampaikan bahwa siswa telah disediakan konsumsi dan peralatan penunjang proses belajar lainnya. "Di Sekolah Rakyat anak - anak diberikan seragam, alat tulis, fasilitas belajar yang lengkap dengan pembelajaran komputer, coding, AI hingga makan tiga kali sehari," kata alumnus dari Universitas Negeri Surabaya tersebut.

Sebagai pendatang di daerah timur nusantara, ia mengapresiasi hadirnya Sekolah Rakyat sebagai upaya negara untuk menjangkau anak - anak dari keluarga yang terpinggirkan dan lemah. Ia juga melihat upaya ini agar anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan dengan segala fasilitas pendukungnya sebagai upaya kehadiran negara dalam pemerataan pendidikan yang berkualitas sesuai slogannya "Cerdas Bersama, Tumbuh Setara".

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....