CAGS Ternate Rawat Warisan Rempah di Rumah Baru

  • 19 Okt 2025 20:45 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Dari balik rimbun pohon cengkeh tua di Kelurahan Tongole, aroma rempah kembali menguar. Komunitas Cengkeh Afo and Gamalama Spices (CAGS) kini menempati rumah barunya, hanya sekitar 500 meter dari lokasi lama, namun semangat mereka tetap sama, menjaga denyut nadi “kota rempah” Ternate.

Pada Minggu (19/10/2025) kawasan baru ini diresmikan menjadi Sentra Kuliner Wisata Cengkeh Afo, dengan suasana yang hangat dan penuh semangat gotong royong. Saung utama yang sederhana namun artistik menjadi saksi hadirnya Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, bersama Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara, Tahmid Wahab, dan masyarakat sekitar yang memadati area peresmian.

Tauhid menyampaikan apresiasinya terhadap CAGS yang dinilai telah memperkuat citra Ternate sebagai kota rempah.

“Ini menjadi salah satu destinasi yang sangat unggul karena sudah lama berdiri dan sesuai informasi dari founder mereka sudah menerima 30 ribu kali kunjungan dan ada peningkatan setiap tahun mulai dari lokasi lama hingga lokasi baru,” ujarnya.

Wali kota dua periode itu bahkan menyarankan agar CAGS memiliki pusat informasi khusus yang menampilkan capaian dan penghargaan mereka."Ini menjadi daya tarik dan branding komunitas,” katanya, sembari menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus memberi dukungan nyata.

Rempah, Alam, dan Cerita di Balik Saung

Sementara itu, founder CAGS, Kris Syamsudin, terlihat bersemangat menyambut tamu dan rekan komunitasnya. Di tengah suasana peresmian yang akrab, ia tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkot Ternate, Dinas Pariwisata Maluku Utara, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Menurut Kris, CAGS bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang belajar dan berbagi pengalaman.

“Semenjak pindah ke lokasi baru kami menawarkan atraksi wisata lain berupa panen durian bersama, panen cengkeh bersama hingga paket wisata malam karena kita sudah dibantu Pemkot Ternate dengan sarana prasarana akses jalan dan penerangan,” ucapnya.

Dengan ruang yang lebih luas, semangat baru pun tumbuh."Di sini kami lebih leluasa. Penerimaan tamu bisa jauh lebih banyak dan ada atraksi wisata yang jauh lebih menarik,"ujarnya.

Kris menyadari, wisata Cengkeh Afo lebih dari sekadar destinasi alam. Ia adalah ruang edukasi, tempat generasi muda belajar kembali tentang identitas rempah dan sejarah panjang Ternate di peta perdagangan dunia.

“Untuk itu, wisata Cengkeh Afo lebih dari sekadar objek wisata namun wadah edukasi bagi generasi Milenial dan Z,” kata Kris.

Tak berhenti di situ, CAGS kini menatap masa depan dengan rencana pembangunan homestay di kawasan wisata. Langkah ini menjawab permintaan para wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap di tengah alam.

“Kemungkinan dimulai 3 homestay berukuran kecil sehingga mereka bisa experience suara alam, suara burung jangkrik di malam hari. Ini rencananya tahun depan semoga semua berjalan baik dan lancar ke depan sehingga bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan di Ternate maupun Maluku Utara,” ucapnya.

Dari setiap butir cengkeh dan rempah yang digantung di udara Ternate, CAGS tidak hanya menjual aroma nostalgia mereka sedang menanam masa depan. Masa depan yang berakar pada kearifan lokal, tumbuh dari tanah sendiri, dan berbunga menjadi kebanggaan bagi seluruh Maluku Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....