Indrianti Abidin, Mahasiswi Unkhair yang Lulus PPAP 2025

  • 27 Sep 2025 07:17 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Senyum sumringah tidak bisa disembunyikan dari wajah Indrianti Abidin, mahasiswi semester tujuh Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate. Perempuan muda yang akrab disapa Indri itu baru saja menorehkan prestasi membanggakan, ia terpilih mewakili Maluku Utara dalam Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) 2025.

Perjalanan Indri hingga sampai ke titik ini bukanlah hal yang mudah. Sejak masa pendaftaran pada akhir Agustus, ia harus melewati tahap seleksi daerah hingga tingkat nasional yang berlangsung padat hanya dalam hitungan minggu. Dari belasan peserta di tingkat provinsi, hanya dua orang yang berhasil lolos, Indrianti Abidin dan rekannya, Sahman Abdullah.

Bagi Indri, perjuangan mengikuti seleksi PPAP punya tantangan tersendiri. Di sela-sela kuliah, ia tetap meluangkan waktu untuk belajar, mencari referensi, dan berlatih wawancara.

"Persiapannya memang agak mepet, apalagi sambil kuliah. Tapi alhamdulillah masih bisa diatur, sedikit-sedikit belajar, cari waktu luang. Hasilnya, ternyata bisa lolos sampai nasional,” ujarnya dengan nada penuh syukur saat bincang-bincang dengan rri.co.id, Jumat (26/9/2025).

Anak Muda yang Cinta Lingkungan

Indri bukanlah sosok asing di dunia kepemudaan. Sebelumnya, ia aktif sebagai anggota Green Leadership Indonesia (GLI) Maluku Utara, sebuah gerakan kepemudaan di bidang lingkungan. Dari sana, ia semakin mantap menjadikan dirinya bagian dari perubahan positif.

“Motivasi saya jelas, ingin membawa perubahan untuk daerah, khususnya anak muda Maluku Utara. PPAP ini punya visi yang sejalan, bukan hanya soal lingkungan, tapi juga memperkenalkan budaya kita ke tingkat nasional,” kata Indri.

Dalam program PPAP, peserta ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. Sahman, rekannya sesama wakil Maluku Utara, akan menjalani penugasan di Kalimantan Tengah. Sementara Indri, akan terbang ke Desa Dianyar, Bali, sebuah desa yang dikenal sebagai pusat budaya.

Ia sudah mulai mempersiapkan diri dengan mencari informasi tentang budaya dan masyarakat setempat. Namun, baginya yang paling penting bukan hanya belajar, tetapi juga berbagi.

“Saya ingin bukan hanya membawa budaya Maluku Utara, tapi juga ilmu dan pengalaman. Harapannya, bisa memberi kontribusi kecil untuk masyarakat di sana. Bagaimana kita sebagai pemuda bisa ikut meningkatkan indeks pembangunan pemuda di daerah penempatan,” ucapnya penuh semangat.

Harapan untuk Pemuda dan Pemerintah Daerah

Indri menganggap PPAP sebagai program yang luar biasa karena mampu mempertemukan anak-anak muda hebat dari seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ia berharap lebih banyak pemuda Maluku Utara berani mendaftar dan mengambil kesempatan di tahun-tahun berikutnya.

“Jangan patah semangat. Nikmati setiap proses, dari seleksi sampai pengabdian. Program ini bukan hanya tentang prestasi, tapi juga tentang ilmu, persahabatan, dan jejaring,” katanya.

Di balik rasa syukur, Indri juga menitipkan harapan kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan semangat pemuda Maluku Utara.

“Apapun kegiatan kecil yang dilakukan pemuda seharusnya didukung, karena itu bagian dari pembangunan. Semoga ke depan pemerintah lebih cepat merespons kendala yang dihadapi anak muda, supaya kami bisa lebih maksimal berkarya,” ujar Indri.

Kisah Indrianti Abidin adalah gambaran tentang bagaimana semangat, kerja keras, dan kepedulian bisa membawa seorang anak muda dari Ternate menuju panggung nasional. Dari ruang kuliah di Universitas Khairun hingga desa budaya di Bali, Indri membawa satu misi sederhana: memperkenalkan Maluku Utara sekaligus belajar untuk memberi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....