Mengangkat Rempah Lokal Jadi Oleh-Oleh Khas Ternate

  • 22 Apr 2025 21:00 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Di balik toko oleh-oleh yang menghiasi berbagai sudut Kota Ternate, terdapat satu nama yang kini menjadi ikon dalam mempromosikan kekayaan rempah dan cita rasa khas Maluku Utara: Toko Pakesan. Didirikan oleh Ummi Salamah pada tahun 2012, toko ini bukan sekadar tempat belanja, melainkan simbol ketekunan, kreativitas, dan keberpihakan pada produk lokal.

“Awalnya saya hanya bermodalkan Rp300 untuk mengelola keripik ubi jalar,” kenang Umi. Ia melihat peluang dari melimpahnya rempah-rempah di Maluku Utara, dan mulai bereksperimen dengan menciptakan kopi rempah khas Ternate, sebuah minuman lokal yang dulunya hanya dikenal dalam lingkup terbatas, namun kini bisa dinikmati dalam bentuk instan dan dikemas secara modern.

Tak berhenti di situ, Umi juga melihat potensi pada air guraka minuman berbahan jahe dan gula merah yang populer di kalangan masyarakat Ternate. “Air guraka belum banyak dikomersialkan, jadi saya buat dalam bentuk instan agar bisa dijual di pasar modern,” ujarnya.

Usahanya terus berkembang. Dari rumah produksi kecil, kini Pakesan memiliki outlet sendiri lengkap dengan dekorasi etnik dan deretan produk berbasis rempah dan kenari yang tertata apik. “Begitu masuk toko, pengunjung langsung disambut aroma rempah-rempah. Kami ingin menghadirkan nuansa kota rempah sejak dari pintu masuk,” kata Ummi.

Produk andalan Toko Pakesan antara lain kopi rempah, air guraka instan, biskuit kenari, kenari panggang, hingga cokelat lokal. Pakesan juga membuka ruang bagi 46 UMKM lokal dari Ternate, Tidore hingga Maluku lainnya untuk menitipkan produk mereka. Ini menjadikan Pakesan tidak hanya sebagai toko oleh-oleh, tapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin jadi rumah bersama bagi UMKM, agar produk-produk lokal bisa tembus pasar yang lebih luas,” ucap Umi. Produk Pakesan kini sudah tersedia di 9 toko oleh-oleh di Ternate, serta merambah ke Alfamidi dan Indomaret.

Umi tidak menapaki perjalanan ini sendirian. Dukungan dari pemerintah, khususnya Dinas Koperasi, Disperindag, dan Bank Indonesia, menjadi bagian penting dalam perkembangan usahanya. “BI sangat membantu dalam pelatihan manajemen, promosi, hingga pengadaan alat produksi,” ujarnya.

Di tengah gempuran produk instan dan makanan cepat saji, Pakesan menawarkan sebuah pengalaman: cita rasa lokal yang diolah dengan tangan penuh cinta dan visi yang besar. “Kami ingin kualitas tetap terjaga, tapi harganya tetap ekonomis,” katanya menambahkan.

Untuk generasi muda, Umi menyampaikan pesan penuh harap. “Potensi kita besar, tinggal bagaimana memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mengangkat produk lokal. Jika kita serius, ini bisa menggerakkan ekonomi Maluku Utara secara nyata,"ujarnya.

Kini, Toko Pakesan tidak hanya menjual makanan dan minuman, tapi juga minyak kayu putih, batik Tub, kaos Ternate, hingga kerajinan besi putih. Semuanya lengkap dan menjadi bukti bahwa dari rempah dan semangat, sebuah mimpi bisa tumbuh besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....