Om Munir, Petani Hortikultura yang Menuai Asa Bersama NHM

  • 20 Apr 2025 09:05 WIB
  •  Ternate

KBRN, Kao: Di balik rimbunnya daun-daun sayuran yang tumbuh subur di Desa Kuntum Mekar, ada tangan-tangan penuh ketekunan yang merawatnya. Salah satunya adalah Munir M Ali, atau yang akrab disapa Om Munir. Sejak 2017, ia mendedikasikan hidupnya di dunia pertanian hortikultura, membangun harapan di atas tanah yang dulu dianggap biasa saja.

Bersama sang istri dan beberapa anggota kelompok tani, Om Munir tak hanya menanam sayur dan buah, tetapi juga menanam mimpi. Mimpi tentang kehidupan yang lebih baik, tentang anak-anak yang bisa menempuh pendidikan tinggi, dan tentang desa yang bisa mandiri melalui pertanian yang berkelanjutan.

Harapan itu mulai menemukan jalannya pada tahun 2018, ketika PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui kerja sama dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera menetapkan lahan pertanian milik Om Munir sebagai demplot atau lokasi percontohan. Di sinilah dimulai proses peningkatan pengetahuan dan praktik pertanian modern, khususnya terkait pemupukan tanaman hortikultura yang tepat guna.

Ketika tim Kinerja Sosial Urusan Regional (KS-UR) NHM berkunjung ke lahannya, Om Munir menyambut dengan senyum tulus dan kata-kata penuh makna.

"Kalau bukan NHM, saya tara mungkin bisa sekolahkan tiga anak saya sampai ke Jawa. Mudah-mudahan NHM kembali secepatnya pulih, normal dan bangkit kembali,” ujarnya, mata berbinar, menatap kebun yang telah membesarkan harapannya, Minggu (20/4/2025).

Perjalanan Om Munir semakin terbantu sejak saham NHM diambil alih oleh PT Indotan Halmahera Bangkit. Di bawah kepemimpinan Haji Robert Nitiyudo Wachjo, para petani lokal diberi peran penting dalam rantai pasok kebutuhan hortikultura untuk Perusahaan. Kebijakan ini bukan hanya mendekatkan masyarakat dengan Perusahaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang lebih menjanjikan.

“Sekarang, hasil panen dari kebun kami bisa langsung masuk ke dapur NHM. Itu bukan hanya membanggakan, tapi juga menyelamatkan ekonomi keluarga kami,” ucap Om Munir.

Meski saat ini pendapatannya sedikit menurun karena adanya kebijakan efisiensi dari Perusahaan, Om Munir tidak mengeluh. Ia memahami bahwa efisiensi adalah bagian dari strategi bertahan, agar Perusahaan tetap dapat beroperasi dan berbagi manfaat ke depan.

“Beta percaya, NHM sedang susun langkah untuk bangkit kembali. Kita semua di sini dukung dan doakan,” katanya dengan nada optimistis.

Kini, ladang milik Om Munir bukan sekadar tempat bertanam, tetapi menjadi simbol kemitraan yang kuat antara masyarakat dan Perusahaan. Sebuah kisah nyata tentang bagaimana kolaborasi bisa mengubah nasib, tentang bagaimana sebuah perusahaan tambang bisa menjadi sahabat petani, dan tentang bagaimana satu keluarga di Kuntum Mekar bisa bermimpi lebih tinggi berkat kerja keras dan peluang yang datang tepat waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....