Nurjannah Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang di Tengah Dukungan Perbankan
- 27 Jan 2025 14:17 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Di balik perjuangan hidup sebagai penyandang disabilitas, Nurjannah, seorang perempuan tangguh asal Ternate, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.
Melalui usaha Mayana Ecoprint, ia telah menjadi bukti hidup bahwa semangat, inovasi, dan dukungan yang tepat dapat menciptakan perubahan besar. Ecoprint adalah teknik pewarnaan alami pada kain yang menggunakan tanaman sebagai bahan pewarna sekaligus pembentuk pola. Teknik ini menggabungkan proses pencetakan pola dengan pewarnaan dalam satu langkah.
Dua tongkat penyangga yang menemani langkahnya tidak menjadi alasan untuk menyerah. Justru, Nurjannah menggunakan tantangan itu sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Usaha Mayana Ecoprint yang didirikannya pada Februari 2020 kini menjadi salah satu UMKM unggulan di Ternate, menghasilkan produk ramah lingkungan seperti kain batik bermotif daun, tas, hingga aksesoris berbasis teknik ecoprint.
Namun, jalan menuju keberhasilan itu tidak mudah. Ketika pandemi COVID-19 melanda, banyak usaha gulung tikar. Namun, bagi Nurjannah, momen itu menjadi peluang untuk memproduksi dan mengembangkan usahanya.
Dengan kegigihan, ia memanfaatkan usaha kuliner untuk mendukung kelangsungan Mayana Ecoprint. "Saat orang lain menyerah, kami justru terus berusaha. Allah memberi rezeki dari jalan lain," kata Nurjannah kepada rri.co.id, Senin (27/1/2025).
- Peran Perbankan dalam Perjalanan Sukses
Peran Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi penentu bagi perkembangan usaha Nurjannah. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), ia mendapatkan kemudahan permodalan tanpa agunan yang memungkinkan dirinya membeli bahan baku, seperti kain dan kulit, serta peralatan produksi.
“Alhamdulillah, bulan depan saya melunasi pinjaman KUR. Bantuan ini sangat berarti, karena tanpa itu mungkin saya kesulitan mengembangkan usaha sampai seperti sekarang,” ujarnya.
Dengan dukungan perbankan, Nurjannah mampu membeli mesin jahit, rak etalase, hingga memperbaiki branding usahanya. Ia juga bisa mengikuti kurasi di ajang Smesco secara virtual saat pandemi. Dari situ, ia mendapatkan pembeli internasional, termasuk dari New York, yang menjadi pintu masuk produk Mayana Ecoprint ke pasar global.
- Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Maluku Utara
Peran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu penggerak utama dalam mendukung perkembangan UMKM di Maluku Utara, termasuk usaha Mayana Ecoprint yang dirintis Nurjannah. Hingga November 2024, realisasi penyaluran KUR di Maluku Utara tercatat sebesar Rp549,54 miliar dengan total 8.728 debitur. Meski angka tersebut mengalami kontraksi 4,27 persen secara tahunan, program ini tetap menjadi andalan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai sektor.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Maluku Utara, Muhammad Priandi, menjelaskan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran masih mendominasi penyaluran KUR, mencapai Rp308,61 miliar dengan total 4.893 debitur selama lima tahun terakhir.

Owner Mayana Ecoprint, Nurjannah memberikan pelatihan pembuatan kain dengan teknik Ecoprint kepada ibu-ibu rumah tangga di Kota Ternate.(Foto: Dok Nurjannah).
Selain itu, sektor akomodasi dan jasa kemasyarakatan turut mencatatkan penyaluran yang signifikan, masing-masing sebesar Rp67,21 miliar dan Rp44,59 miliar. Sementara sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta transportasi terus menyusul di bawahnya.
“Penyaluran KUR menjadi solusi bagi pelaku UMKM di berbagai sektor, terutama dalam mengembangkan usaha mereka di tengah tantangan ekonomi,” ujar Muhammad Priandi.
Nurjannah menjadi salah satu contoh nyata dari dampak positif KUR bagi pelaku UMKM. Dengan dana KUR, ia berhasil membangun dan memperluas usaha Mayana Ecoprint, yang kini tidak hanya menginspirasi banyak orang tetapi juga turut mendukung pemberdayaan komunitas rentan. Bagi pelaku usaha lain, kisah Nurjannah menjadi bukti nyata bahwa akses ke pembiayaan yang mudah dapat menjadi kunci untuk berkembang dan menciptakan perubahan besar.
- Memberdayakan Kaum Rentan
Nurjannah tidak hanya menciptakan produk berkualitas. Ia juga memberdayakan komunitas rentan, termasuk sesama penyandang disabilitas dan ibu rumah tangga. Ia melatih mereka keterampilan ecoprint sehingga mereka bisa mandiri secara finansial.
“Kami tidak ingin dikasihani. Yang kami butuhkan adalah kesempatan,” ucap Nurjannah.
Dengan memberdayakan 10 anggota komunitasnya, Nurjannah membuktikan bahwa usaha kecil dapat membawa dampak besar bagi masyarakat. Baginya, kesuksesan tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi dari seberapa banyak ia bisa membantu orang lain.
Produk Mayana Ecoprint telah menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk pemerintah setempat. Karya-karyanya digunakan dalam berbagai acara penting, seperti Hari Jadi Kota Ternate dan pertemuan istri wali kota se-Indonesia.
Nurjannah juga bangga karena produknya kini tersedia di pusat oleh-oleh Ternate dan bahkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
“Motif-motif kami terinspirasi dari kekayaan alam Maluku Utara. Kami mengambil daun seperlunya saja untuk menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.
Meski berjalan menggunakan tongkat, Nurjannah tidak ingin produknya dibeli karena rasa kasihan. Ia yakin bahwa kualitas adalah kunci. “Kami ingin produk kami diterima karena mutu, bukan karena kami disabilitas,” katanya dengan penuh keyakinan.
Nurjannah juga berpesan kepada pelaku UMKM lain, terutama kaum disabilitas, untuk tidak ragu bermitra dengan perbankan. Menurutnya, akses ke permodalan yang mudah, seperti KUR, adalah peluang besar untuk mengembangkan usaha.
Kisah Nurjannah adalah cermin semangat dan daya juang tanpa batas. Dengan kerja keras, dukungan perbankan, dan keberanian bermimpi besar, ia berhasil mengubah keterbatasan menjadi peluang. Kini, Mayana Ecoprin tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga simbol inspirasi bagi banyak orang.
“Keberhasilan sejati adalah ketika kita bisa mengangkat orang lain bersama-sama,” kata Nurjannah mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....