Pengabdian Panjang Berbuah Manis: Kisah Honorer yang Lolos PPPK Malut
- 08 Jan 2025 20:07 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Hampir dua dekade mengabdi sebagai tenaga honorer di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Nadir Tamima akhirnya mendapatkan kabar gembira.
Ia termasuk dalam 1.114 peserta yang dinyatakan lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Tenaga Teknis.
Bagi Nadir, perjalanan panjang selama 19 tahun 10 bulan sebagai honorer penuh tantangan kini terbayar dengan hasil yang memuaskan.
"Kesempatan ini adalah anugerah besar. Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama kepada Bapak Pj. Gubernur, Pak Sekda, Kepala BKD, dan Pak Kabid Alex Tovano Rada yang telah memperjuangkan nasib honorer seperti kami,” ujarnya dengan mata berbinar.
BACA JUGA: Hasil Seleksi PPPK Tenaga Teknis Pemprov Malut: 1.214 Peserta Dinyatakan Lulus
Nadir mengungkapkan, seleksi ini menjadi harapan baru bagi honorer yang telah bertahun-tahun mengabdi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian serius pemerintah daerah yang berkomitmen memberikan kepastian status bagi para tenaga honorer.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama seluruh anggota Satpol PP kepada Bapak Pj. Gubernur. Ini adalah bukti bahwa perjuangan pemerintah untuk memprioritaskan kami tidak sia-sia,” katanya penuh syukur.
Namun, tidak semua rekan Nadir berhasil merasakan kebahagiaan ini. Dari jumlah peserta seleksi, ada dua orang yang telah meninggal dunia dan tidak dapat mengikuti tahapan ujian.
BACA JUGA: 1.214 Peserta Lolos Seleksi PPPK Malut Ikut Sosialisasi Pemberkasan
Selain Nadir, Harapan besar menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kini semakin dekat bagi Dwi Fitri Anggraini, salah satu peserta yang juga dinyatakan lolos seleksi PPPK Tahap I Tenaga Teknis di Dinas Kebudayaan (Dilbud) Provinsi Maluku Utara.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah memperjuangkan nasib para tenaga honorer, termasuk dirinya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Pj. Gubernur, yang telah bekerja keras demi keberhasilan kami. Perjuangan ini sangat berarti, dan kami akhirnya bisa lolos ke tahap berikutnya untuk mendapatkan NIP,” ucap Dwi dengan penuh semangat.
Bagi Dwi, seleksi ini adalah pintu gerbang menuju status ASN yang diimpikan banyak orang. Ia menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya kolektif Pemerintah Provinsi Maluku Utara, termasuk Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer.
“Saya merasa bangga menjadi bagian dari PPPK yang kini berada di jalur yang tepat untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada daerah,” katanya.
Meskipun telah lolos seleksi awal, Dwi menyadari masih ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum resmi mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Ia berharap, dengan status baru sebagai PPPK, dirinya dapat lebih berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Maluku Utara.
"Ini adalah momentum penting, dan saya yakin bahwa kami semua bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” kata Alumni Politeknik APP Jakarta ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....