Modal Uang Jajan, Dua Pelajar Ternate Rintis Usaha “Kopi Nyasar”
- 11 Jul 2026 00:24 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Ketika sebagian besar remaja seusia mereka menghabiskan malam minggu untuk sekadar berkumpul bersama teman, dua pelajar kelas XI SMA di Kota Ternate justru memilih jalan yang berbeda. Mereka membawa coolbox, menata meja lipat, menyusun botol-botol kopi dingin, lalu berpindah dari satu keramaian ke keramaian lain. Mereka menamai usaha kecil itu “Kopi Nyasar”.
Nama yang terdengar sederhana itu menyimpan cerita tentang keberanian, kreativitas, dan mimpi besar yang tumbuh dari uang jajan sekolah.
Keberadaan usaha ini pertama kali menarik perhatian tim survei UMKM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku Utara, Jumat 10 Juli 2026. Di tengah maraknya tren bisnis kopi yang digeluti kalangan muda, mereka tak menyangka penggagas konsep kopi keliling tersebut ternyata masih mengenakan seragam sekolah setiap hari.
Di balik meja sederhana itu berdiri Afelay bersama seorang sahabatnya. Keduanya belum memiliki modal besar, pengalaman bisnis, ataupun kafe permanen. Yang mereka miliki hanyalah keberanian mencoba.
Ide “Kopi Nyasar” lahir dari kebiasaan yang sangat akrab bagi anak muda masa kini: nongkrong.
Setiap malam minggu, Afelay dan teman-temannya selalu berpindah-pindah dari satu kafe ke kafe lain. Dari kebiasaan itulah muncul sebuah pertanyaan sederhana, mengapa tidak membawa saja tempat nongkrong itu mendatangi anak-anak muda?
“Awalnya hanya iseng. Kami ingin membuat tempat nongkrong yang berpindah-pindah. Jadi bukan orang yang datang ke kafe, tapi kopi yang datang ke tempat orang berkumpul,” kata Afelay bincang singkat dengan reporter rri.co.id.
Gagasan itu kemudian berubah menjadi langkah nyata. Modal pertama mereka bukan berasal dari pinjaman atau investor, melainkan dari uang jajan yang disisihkan sedikit demi sedikit. Setiap rupiah yang berhasil ditabung digunakan membeli bubuk kopi, susu, botol plastik, hingga stiker kemasan.
Tak ada etalase mewah ataupun gerobak baru. Coolbox bekas di rumah disulap menjadi tempat penyimpanan minuman setelah dicat ulang menggunakan pilox agar terlihat lebih menarik. Meja dan kursi lipat dipinjamkan oleh orang tua yang memilih mendukung mimpi anak-anak mereka dibanding sekadar memberi nasihat.
Bagi keluarga mereka, usaha kecil ini bukan semata-mata soal mencari keuntungan, tetapi menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan keberanian menghadapi kehidupan.
“Kami merasa kegiatan ini sangat positif. Kami belajar bagaimana menjadi pedagang sejak dini,” ucap Afelay.
Memasuki libur panjang sekolah, kesempatan itu datang. Gelaran nonton bareng Piala Dunia di Taman Film Benteng Oranje dipenuhi ratusan anak muda setiap malam. Keramaian tersebut menjadi panggung bagi “Kopi Nyasar” untuk memperkenalkan produknya.
Di sela sorak-sorai penonton yang menyaksikan pertandingan sepak bola, Afelay dan rekannya sibuk melayani pembeli. Bukan hanya menjual kopi, mereka juga sedang mengumpulkan pengalaman yang tak mungkin didapatkan di ruang kelas.
Mereka belajar melayani pelanggan, menghitung keuntungan, mengelola stok, hingga menghadapi risiko dagangan yang tidak selalu habis terjual.
Semua itu dijalani dengan senyum dan keyakinan bahwa setiap gelas kopi yang terjual adalah bagian dari proses menuju mimpi yang lebih besar.
Bagi Afelay, keuntungan bukanlah tujuan utama. Yang paling berharga adalah kesempatan belajar membangun usaha sejak usia muda, memahami arti tanggung jawab, dan melatih mental untuk menghadapi tantangan dunia bisnis.
“Ini hanya ruang bagi kami untuk belajar. Harapannya, suatu hari nanti kami bisa menjadi pengusaha yang sesungguhnya,” ujarnya penuh optimisme.
Di tengah budaya konsumtif yang kerap melekat pada generasi muda, kisah “Kopi Nyasar” menjadi pengingat bahwa mimpi besar tidak selalu dimulai dari modal besar. Kadang, ia lahir dari keberanian menyisihkan uang jajan, dukungan sederhana dari orang tua, dan tekad dua pelajar yang percaya bahwa masa depan bisa dibangun, satu gelas kopi dalam satu waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....