Sherly Kick-Off LAKSMI, UMKM Perempuan Disiapkan Naik Kelas
- 22 Jan 2026 06:24 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadiri langsung peluncuran lokal kick off Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) yang digelar di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate. Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Eramet Beyond, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation, dan pemerintah daerah, dengan fokus pada transformasi UMKM perempuan agar mampu naik kelas.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa Program LAKSMI bukan sekadar seremonial, melainkan wadah nyata bagi pelaku usaha kecil untuk belajar dan berkembang secara berkelanjutan. “Ini adalah ruang tumbuh dan ruang belajar. Kehadiran Eramet dan YCAB menunjukkan bahwa Maluku Utara menjadi proyek prioritas nasional dalam pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan klasik UMKM lokal, yakni konsistensi kualitas produk dan literasi keuangan. Menurutnya, meski kemasan produk UMKM Ternate sudah mengalami kemajuan pesat, standar rasa dan isi produk harus tetap terjaga. “Packaging sudah bagus, tapi kualitas isi harus sustain. Jangan sampai berbeda antar kemasan. Ini PR kita bersama agar produk UMKM bisa menjadi oleh-oleh yang terjamin kualitasnya bagi wisatawan,” ucapnya.
Selain kualitas, literasi keuangan disebut sebagai aspek krusial. Sherly mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga mampu mengelola profit dengan bijak demi keberlangsungan usaha.
Program LAKSMI 2026 di Maluku Utara akan memberikan pelatihan kepada 200 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, 25 UMKM terbaik akan dipilih untuk menerima bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta per UMKM. Gubernur mengapresiasi langkah ini, namun menekankan pentingnya pendampingan berkala agar UMKM yang sudah naik kelas tidak kembali turun.
CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, menjelaskan bahwa kurasi 25 UMKM terbaik akan difokuskan pada literasi keuangan dan pemasaran digital. “Tujuannya memutus rantai pasok agar keuntungan pelaku usaha lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, CEO Eramet Indonesia, Jerome Baudelet, menegaskan komitmen perusahaan terhadap Maluku Utara sebagai “tetangga penting”. Dengan filosofi construire l’avenir ensemble (membangun masa depan bersama), Eramet ingin memastikan kehadirannya memberi dampak sosial nyata melalui pemberdayaan perempuan.
Gubernur Sherly menutup sambutannya dengan apresiasi atas kolaborasi lintas pihak, termasuk Eramet, YCAB, Pemerintah Kota Ternate, Bank Indonesia, dan PNM. “Ketika perempuan berdaya, keluarga kuat, maka anak-anak sebagai generasi emas akan tumbuh dalam keluarga yang sehat dan cerdas,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri Walikota Ternate Tauhid Soleman, Asdep Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM Muhammad Firdaus, Sekprov Samsuddin A. Kadir, jajaran pimpinan Eramet Indonesia, perwakilan Bank Indonesia, PNM, serta para pelaku UMKM dan undangan lainnya.