Karung Goni Disulap Jadi Kerajinan Ramah Lingkungan

  • 16 Okt 2025 08:43 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kreativitas tanpa batas menjadi semangat di balik lahirnya sebuah UMKM kerajinan tangan yang memanfaatkan karung goni sebagai bahan utama produk-produknya. Di tangan-tangan terampil pelaku UMKM ini, karung goni yang kerap dianggap sebagai limbah, disulap menjadi aneka kerajinan bernilai seni tinggi dan ramah lingkungan.

“Awalnya hanya coba-coba membuat tas dari karung goni bekas untuk sendiri. Tidak disangka, banyak yang tertarik, dari situ kami mulai serius mengembangkan produk,” ujar Noval Wahid owner UMKM Fola Kadu, Kamis (16/10/2025)

Karung goni dipilih karena memiliki banyak keunggulan. Selain mudah diperoleh dan ekonomis, material ini dikenal ramah lingkungan.

Serat alaminya membuat produk lebih tahan lama dan memiliki kesan etnik yang kuat. Dari karung goni, UMKM ini mampu memproduksi berbagai barang kerajinan, mulai dari tas, dompet, tempat tisu, hingga dekorasi rumah, dikerjakan secara manual.

Pembuatan produk dimulai dari proses pembersihan karung goni cucii di pantai, pemotongan sesuai pola, kemudian dijahit dan diberi hiasan. Dalam satu produk, bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari, tergantung tingkat kesulitan.

Bahan baku karung goni diperoleh dari pasar tradisional, toko bahan bekas, hingga pengepul karung. Setiap bagian dimanfaatkan secara optimal agar tidak menimbulkan limbah tambahan.

Dalam memasarkan produknya, UMKM ini memanfaatkan platform digital sepert facebook. Selain itu, mereka juga aktif mengikuti pameran dan bazar kerajinan yang digelar oleh pemerintah maupun komunitas lokal..

Target pasar UMKM ini adalah kaum muda, komunitas pecinta kerajinan tangan, dan wisatawan yang mencari produk lokal unik dan ramah lingkungan.

Meski demikian, UMKM ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan alat produksi, fluktuasi permintaan, dan keterbatasan sumber daya manusia. Namun, semangat untuk terus berinovasi tidak surut.

“Kami Berharap bisa mengembangkan lebih banyak produk. Bahkan menjangkau pasar ekspor,”Katanya

Kedepannya, UMKM ini tengah menyiapkan sejumlah inovasi baru, seperti aksesoris fashion dan produk berbasis goni. Selain itu, pelaku UMKM juga membentuk komunitas pengrajin lokal agar saling mendukung dan berkembang bersama.

Produk-produk berbahan karung goni ini tidak hanya memperkuat sektor ekonomi kreatif lokal, tetapi juga menjadi bagian dari solusi lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan daur ulang, UMKM ini turut serta mengurangi limbah dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....