Rujak Savala, Rasa Lokal Penuh Perjuangan
- 15 Mei 2025 20:17 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Dari jalanan kampung di Bacan hingga bersiap merambah Ternate, Rujak Savala bukan sekadar jajanan tradisional, ia adalah cerita nyata tentang perjuangan, konsistensi, dan nilai hidup. Opan Savala, sosok di balik usaha ini, memulai segalanya dari bawah sejak 2016 dengan satu keyakinan: usaha tidak akan mengkhianati hasil jika dikerjakan dengan kerja keras, sabar dan ikhlas.
Berbekal semangat dan resep rujak khas racikan sendiri, Opan keliling menjajakan dagangannya ke rumah-rumah warga. Siang terik dan hujan deras tak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Ia melakukan semuanya sendiri: belanja bahan, meracik bumbu, hingga melayani pelanggan.
“Waktu itu tidak ada yang mudah. Tapi saya selalu percaya, kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan hati yang ikhlas, pasti ada hasil. Kuncinya cuma tiga: kerja keras, sabar, dan ikhlas,” kata Opan saat hadir di program maso siang spesial cerita UMKM di pro4 Kamis (15/5/2025).
Nama “Savala” yang disematkan pada usahanya berasal dari bahasa Kayoa dan Makian, merupakan nama panggilan untuk klub bola lokal yang berarti rajin—sebuah filosofi yang mencerminkan prinsip hidup Opan sendiri.
Kini, setelah delapan tahun membangun usahanya sedikit demi sedikit, Rujak Savala telah dikenal luas di Bacan dan siap melakukan ekspansi ke Ternate. Opan tengah menyiapkan sistem distribusi dan tim kecil agar cita rasa khas Bacan ini bisa dinikmati lebih banyak orang.
Baginya, Rujak Savala bukan sekadar usaha makanan. Ini adalah bentuk nyata bahwa anak daerah bisa maju, asal tidak menyerah. Dan ia berharap usahanya bisa memotivasi generasi muda agar berani memulai dan sabar dalam proses.
“Saya ingin anak-anak muda di Halmahera tahu, kamu tidak harus langsung besar. Mulailah dari yang kecil, tapi dengan hati yang besar.” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....