BI dan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal
- 16 Jun 2026 20:12 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi internasional melalui inovasi sistem keuangan modern berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui kesepakatan strategis antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China. Kedua bank sentral sepakat memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral kedua negara.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan dolar Amerika Serikat. Penggunaan mata uang lokal dinilai mampu menekan risiko fluktuasi nilai tukar global yang dinamis. Selain itu, kebijakan ini diharapkan meningkatkan kemandirian ekonomi nasional dalam jangka panjang berkelanjutan.
Dalam implementasinya, kedua negara memperluas kerja sama melalui skema Bilateral Currency Swap Arrangement. Kerja sama ini juga diperkuat melalui pengembangan transaksi Local Currency Transaction yang lebih luas. Langkah tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam melakukan transaksi lintas negara secara langsung.
Tidak hanya itu, penguatan kerja sama juga menyasar pengembangan infrastruktur sistem keuangan yang terintegrasi. Integrasi sistem ini bertujuan mempercepat proses transaksi sekaligus meningkatkan keamanan dalam sistem pembayaran global. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital kedua negara.
Sebagai bagian dari inovasi, Indonesia dan Tiongkok meluncurkan sistem pembayaran QR lintas batas. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi internasional dengan cara yang lebih praktis dan cepat. Penggunaan QR lintas negara juga dinilai mendukung inklusi keuangan di era digital yang berkembang pesat.
Selain itu, penguatan sistem pembayaran internasional dilakukan melalui partisipasi bank nasional dalam jaringan global. Keterlibatan perbankan Indonesia dalam Cross-border Interbank Payment System memperluas akses transaksi internasional. Hal ini memberikan kemudahan bagi sektor bisnis dalam melakukan pembayaran lintas negara secara efisien.
Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan volume perdagangan dan investasi bilateral secara signifikan. Efisiensi transaksi akan memberikan dampak positif terhadap daya saing pelaku usaha di pasar global. Dengan demikian, stabilitas sistem keuangan kedua negara dapat terjaga dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.
Ke depan, penguatan kolaborasi ini diharapkan terus berkembang seiring dinamika ekonomi global yang kompleks. Indonesia dan Tiongkok berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi melalui inovasi kebijakan keuangan yang adaptif. Langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....