Kantor Pajak Ternate Optimistis Capai Target Penerimaan 2025

  • 10 Des 2025 18:43 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate menyatakan optimisme dalam menuntaskan target penerimaan pajak tahun 2025 yang ditetapkan sebesar Rp2,6 triliun. Hingga November 2025, realisasi penerimaan telah melampaui 98 persen.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Ternate, Nuria Fajar, saat ditemui di kantornya, Rabu (10/12/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya terus memaksimalkan pelayanan bagi Wajib Pajak (WP).

WP dalam wilayah kerja KPP Pratama atau Kantor Pajak Ternate tersebar di tujuh kabupaten/kota di Maluku Utara. Di antaranya Ternate, Tidore, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Taliabu, Sanana, dan Sofifi.

Hingga akhir November 2025, Pajak Penghasilan (PPh) Badan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 41 persen dari total penerimaan. Dari sisi sektor usaha, pergudangan dan transportasi mendominasi dengan sumbangan mencapai 53 persen.

Untuk memudahkan akses di wilayah kepulauan, KPP Pratama Ternate menghadirkan layanan KP2KP (Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan) di Tidore, Sanana, dan Labuha. “Untuk wilayah kepulauan seperti Maluku Utara, kami menghadirkan KP2KP agar pelayanan lebih mudah dijangkau,” ujar Nuria.

Selain layanan tatap muka, KPP Pratama Ternate juga mengoptimalkan kanal digital melalui WhatsApp, email, serta akun media sosial resmi @pajakternate. Layanan seperti pendaftaran NPWP, pengukuhan PKP, hingga penerbitan Surat Keterangan Bebas kini dapat diakses secara daring.

Nuria menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem Self-Assessment, di mana WP wajib menghitung, melaporkan, dan membayar pajaknya secara mandiri. Karena itu, pengawasan dilakukan secara intensif.

Jika ditemukan tunggakan pajak, serangkaian langkah penagihan akan diterapkan, mulai dari Surat Teguran, Surat Paksa, pemblokiran rekening bank, pencegahan ke luar negeri, hingga penahanan dan lelang aset.

“Penagihan ada langkah-langkahnya. Mulai dari teguran, paksa, blokir rekening, sampai pencegahan luar negeri dan penahanan,” ujarnya.

Selama 2025, KPP Pratama Ternate terus menggencarkan program sosialisasi. Mulai dari aktivasi akun E-Coretax, pelaporan SPT Tahunan, hingga kegiatan edukatif seperti Pajak Bertutur di sekolah dan kampus.

“Kami berupaya memberikan kemudahan bagi Wajib Pajak di wilayah kepulauan. Ini agar target penerimaan pajak dapat tercapai,” kata Nuria, mengakhiri.

Rekomendasi Berita