Jumlah Transaksi QRIS di Maluku Utara Melejit

  • 02 Des 2025 12:00 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Ekosistem pembayaran digital di Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan performa pertumbuhan yang positif. Bank Indonesia mencatat transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh eksplosif dalam dua tahun terakhir.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Putra Indrawan, mengungkapkan jumlah merchant QRIS kini telah menembus 130 ribu. Angka ini tercatat melonjak 31 persen dibandingkan tahun lalu.

“Pertumbuhan pesat merchant QRIS ini didorong oleh kebijakan MDR nol persen untuk merchant kategori mikro,” ujar Dwi pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Hotel Bela, Ternate, Selasa (2/12/2025). Seturut merchant, jumlah pengguna QRIS di Maluku Utara juga meningkat signifikan.

BI mencatat 102.669 pengguna QRIS di Maluku Utara, tumbuh 36 persen sepanjang 2023–2025. Angka ini sekaligus menempatkan provinsi Maluku Utara pada peringkat keempat di kawasan Sulawesi–Maluku–Papua (Sulampua).

Peningkatan adopsi QRIS turut mendorong lonjakan transaksi. Selama periode 2023–2025, volume transaksi QRIS di Maluku Utara menyentuh 9.532.286 transaksi atau tumbuh sangat tinggi mencapai 1.475 persen.

"Capaian ini menempatkan Maluku Utara di posisi ketiga pertumbuhan volume transaksi QRIS se-Sulampua. Kami juga akan terus memperluas edukasi dan infrastruktur pendukung agar transaksi nontunai semakin inklusif dan efisien," ujarnya.

Transformasi digital tidak hanya terjadi di sektor ritel, tetapi juga pada layanan pemerintah daerah. Hingga semester I-2025, dari 11 Pemda di Maluku Utara, 10 Pemda sudah masuk kategori digital, menyisakan satu Pemda yang masih berada pada kategori ‘maju’.

Capaian ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, ketika masih terdapat dua Pemda yang belum masuk kategori digital. “Mudah-mudahan pada semester kedua seluruh Pemda sudah menerapkan transaksi digital sepenuhnya,” ucap Dwi, berharap.

Rekomendasi Berita