Konsumsi Meningkat Pasca-Lebaran, Ini pendapat Ekonom

  • 06 Apr 2025 04:04 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Pasca-Lebaran, konsumsi masyarakat cenderung mengalami lonjakan yang signifikan, sebuah fenomena yang turut menjadi perhatian para ahli ekonomi. Menurut Prof. Dr. Abd Wahab Hasyim, S.E., M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (UNKHAIR),

Meskipun peningkatan konsumsi ini dapat mendorong perekonomian dalam jangka pendek, ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan agar dampak ekonomi yang dihasilkan tetap positif.

Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan konsumsi setelah hari raya adalah adanya tunjangan hari raya (THR) yang diterima sebagian besar pekerja.

“THR memberikan tambahan daya beli yang signifikan bagi masyarakat, sehingga mereka cenderung berbelanja lebih banyak setelah hari raya. Sektor yang paling banyak terdampak adalah makanan, pakaian, dan barang-barang konsumtif lainnya,” kata Prof. Abd Wahab.

Prof. Dr. Abd Wahab Hasyim, S.E., M.Si., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun (UNKHAIR). (Doc istimewa)

Selain itu, sektor restoran juga turut merasakan dampak positif dari peningkatan konsumsi ini.

“Banyak restoran yang terlihat ramai dikunjungi, bahkan ada yang harus mengantri untuk mendapatkan tempat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menghabiskan uang untuk kebutuhan pokok, tetapi juga untuk hiburan dan makan di luar,” ujarnya.

Menurutnya, setelah lebaran, orang cenderung merasa lebih santai dan ingin merayakan atau menikmati waktu bersama keluarga. Ini sering kali memotivasi mereka untuk menghabiskan lebih banyak uang pada hiburan atau wisata.

Namun, Ia juga mengingatkan bahwa meskipun peningkatan konsumsi ini bermanfaat untuk perekonomian dalam jangka pendek, masyarakat perlu berhati-hati agar pengeluaran mereka tidak berlebihan.

Dari sudut pandang ekonomi, Prof. Abd Wahab menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan yang bijaksana setelah periode konsumsi tinggi.

“Konsumsi yang berlebihan, terutama untuk barang-barang yang tidak produktif, dapat menyebabkan masalah keuangan jangka panjang. Pengelolaan uang yang bijak pasca Lebaran akan menghindarkan masyarakat dari jerat utang konsumsi yang bisa merugikan di masa depan,” tambahnya.

Ia juga menekankan perlunya disiplin dalam memanfaatkan pendapatan musiman agar tidak hanya digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat, tetapi juga untuk tabungan atau investasi yang lebih produktif.

Secara keseluruhan, Prof. Abd Wahab Hasyim menegaskan pentingnya pola konsumsi yang seimbang pasca hari raya. Dengan pengelolaan keuangan yang bijaksana dan dukungan kebijakan yang tepat, lonjakan konsumsi yang terjadi dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian tanpa menimbulkan efek negatif jangka panjang.

“Sebagai masyarakat, kita perlu menyadari bahwa konsumsi yang berlebihan tanpa perencanaan yang matang justru bisa menurunkan daya beli di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan tabungan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....