Inflasi Malut April 2026 Capai 2,03 Persen, Transportasi Picu Kenaikan Tertinggi
- 05 Mei 2026 06:06 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Perkembangan harga berbagai komoditas di Provinsi Maluku Utara pada April 2026 secara umum menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) tercatat sebesar 2,03 persen.
Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 110,68 pada April 2025 menjadi 112,93 pada April 2026. “Kondisi ini menandakan adanya tekanan harga yang cukup merata di berbagai kelompok pengeluaran masyarakat,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, dalam keterangannya yang ditulis RRI, Selasa, 5 Mei 2026.
Secara bulanan, inflasi April 2026 mencapai 0,80 persen (month to month/m-to-m). Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) terhadap Desember 2025 tercatat sebesar 2,59 persen.
Inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,38 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,85 persen serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,13 persen.
“Kelompok makanan, minuman dan tembakau turut mengalami kenaikan sebesar 2,57 persen, disusul kelompok kesehatan sebesar 1,56 persen,” ucap Simon. Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki, perumahan, serta informasi dan komunikasi juga mencatat kenaikan masing-masing di bawah satu persen.
Di sisi lain, tiga kelompok pengeluaran mengalami deflasi yang cukup signifikan. Kelompok pendidikan mencatat penurunan terdalam sebesar 20,40 persen, diikuti perlengkapan rumah tangga sebesar 0,69 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,60 persen.
Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, terutama tarif angkutan udara, emas perhiasan, dan beras. Selain itu, komoditas pangan seperti ikan, bawang merah, minyak goreng, hingga daging ayam ras juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga.
Sementara itu, komoditas yang menahan laju inflasi atau menyumbang deflasi antara lain tarif sekolah menengah atas, tarif angkutan laut, serta sejumlah bahan pangan seperti cabai, bawang putih, dan tomat. Penurunan harga juga terjadi pada komoditas kebutuhan rumah tangga seperti deterjen, tisu, hingga gula pasir.
Pada tingkat bulanan, inflasi April 2026 terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara dan laut. Selain itu, komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran hijau turut menyumbang tekanan inflasi.
Namun demikian, beberapa komoditas perikanan justru mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi secara bulanan. Penurunan juga terjadi pada komoditas seperti pisang, pepaya, tempe, serta bawang putih yang membantu menahan laju inflasi lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....