Tingkat Okupansi Hotel di Maluku Utara Januari 2026 Turun

  • 10 Mar 2026 06:32 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Maluku Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar 23,56 persen. Angka ini mengalami penurunan 1,76 poin dibandingkan Desember 2025, namun meningkat 1,95 poin jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang sebesar 21,61 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menyampaikan bahwa secara tahunan tingkat hunian kamar hotel di daerah tersebut masih menunjukkan tren positif. Hal ini menandakan aktivitas perhotelan tetap tumbuh meskipun secara bulanan mengalami penurunan.

"TPK hotel berbintang di Maluku Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar 43,27 persen. Capaian ini turun 3,12 poin dibandingkan Desember 2025, tetapi meningkat 1,95 poin dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 36,67 persen," ucap Simon, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Simon Sapary, pergerakan tingkat hunian hotel berbintang umumnya dipengaruhi oleh fluktuasi kunjungan wisatawan dan aktivitas perjalanan dinas. Kendati terjadi penurunan secara bulanan, tingkat hunian hotel berbintang masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya di Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar 19,82 persen. Angka ini turun 1,54 poin dibandingkan Desember 2025, namun meningkat 1,40 poin dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 18,42 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor akomodasi nonbintang juga mengalami pola yang sama, yakni penurunan secara bulanan namun tetap tumbuh secara tahunan. "Peningkatan ini mencerminkan adanya perbaikan permintaan terhadap jasa akomodasi di daerah tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang, nonbintang, dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,38 malam. Angka ini meningkat 0,09 poin dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 1,29 malam.

"Peningkatan lama menginap menunjukkan bahwa tamu hotel cenderung tinggal lebih lama dibandingkan bulan sebelumnya," kata Simon. Kondisi ini kata dia, menjadi salah satu indikator positif bagi sektor perhotelan di Maluku Utara.

Untuk hotel berbintang, rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,60 malam. "Angka tersebut meningkat 0,19 poin dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 1,41 malam dan naik 0,02 poin dibandingkan Januari 2025," ujarnya.

Simon Sapary menjelaskan bahwa kenaikan lama menginap tamu di hotel berbintang dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan sektor perhotelan. Hal ini juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas wisata maupun perjalanan bisnis di wilayah tersebut.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara di hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,28 malam. Angka ini meningkat 0,05 poin dibandingkan Desember 2025 dan naik 0,02 poin dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 1,26 malam.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat hunian kamar sempat mengalami penurunan secara bulanan, lama tinggal tamu di berbagai jenis akomodasi justru mengalami peningkatan. Tren tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan di Maluku Utara

Rekomendasi Berita