Berbuntut Panjang, Kapolri Diminta Evaluasi Karo SDM Polda Malut

  • 09 Nov 2022 20:29 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diminta mengevaluasi kinerja Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku Utara (Malut), Kombes Pol Juli Agung Pramono.

Permintaan tersebut dikemukakan Hendra Karianga akademisi sekaligus Praktisi Hukum Malut buntut dari pergantian peserta calon siswa Bintara Polri atas nama Sulastri Irwan yang lulus Pantukhir peringkat ke tiga dan digantikan dengan peserta lain yang menempati peringkat ke emat dengan alasan usianya sudah lebih 1 bulan 21 hari.

Hendra menyatakan, jika casis sudah dinyatakan lulus maka tidak bisa lagi di batalkan dan wajib mengikuti pendidikan hingga selesai.

"Kan pada saat tes verifikasi adimistrasi itu kan sudah di lakukan, kemudian sudah dinyatakan lulus, itu dasar apa mau dibatalkan kelulusan orang, itu kalau secara hukum dasar bagimana,"ucap Hendra, Rabu (9/11/2022).

Hendra juga menyatakan, jika benar ketidak lulusan Sulastri adalah murni dari pihak panitia, maka bisa dituduh melakukan perbuatan melawan hukum.

"Ini sudah ikut tes kemudian sudah di umumkan lolos kenapa dibatalakan, negara kita adalah negara hukum kenapa dibatalkan,"tegasnya.

Lanjut Hendra, Polda bisa dituntut, Kapolri juga diminta agar tidak tinggal diam karena semua ini harus di bersikan sampai ke bawah, sebab Kapolri pernah mengumumkan bahwa tes tampa biyaya dan memegang prinsip betah (Bersih Transparan Akuntabel dan Humanis),

“Ini Polda bisa di tuntut, Kapolri harus evalusasi Karo SDM Polda Malut, kemudian Sulastri Irwan harus diluluskan,"tandasnya.

Sementara itu sebelumnya, Karo Jianstra SSDM Polri, Brigjen (Pol) Sandi Nurgroho saat dikonfrimasi RRI di Ternate memberikan lampu hijau kepada Sulastri Irwan.

Menurutnya, Sulastri tidak menutup kemungkinan masih bisa diluluskan menjadi anggota Polri.

“Data itu nanti akan kita masukan ke pimpinan dan pimpinan akan mengambil keputusan,” katanya.

Keputusan itu tidak menutup kemungkinan akan kembali diterima untuk menjalankan pendidikan sebagai anggota Polri.

“Insya Allah, sangat terbuka dan Insya Allah masih ada harapan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....