Sejarah singkat ARMED TNI AD

  • 04 Des 2025 11:23 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Sejarah singkat Artileri Medan (ARMED) TNI AD dimulai pada tanggal 4 Desember 1945. Ketika Markas Artileri pertama diresmikan di Yogyakarta untuk mengelola meriam rampasan perang dan melatih pejuang muda.

Pembentukan ini merupakan respons terhadap kebutuhan organisasi yang terstruktur setelah para pemuda merebut senjata berat dari Jepang pasca-proklamasi kemerdekaan. Tanggal 4 Desember ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Artileri Nasional dan hari jadi Korps Armed TNI AD.

Pasca-proklamasi, para pemuda berhasil mengambil alih senjata berat dari tentara Jepang, yang memerlukan organisasi terstruktur untuk mengoperasikannya secara efektif. Pada tanggal 4 Desember 1945, Kepala Staf Umum TKR, Letnan Jenderal Oerip Soemoohardjo, meresmikan Markas Artileri di Yogyakarta.

Tugas utama markas ini adalah menginventarisasi meriam rampasan dan melatih pejuang muda untuk mengoperasikan senjata tersebut untuk melawan Sekutu dan Belanda. Tanggal 4 Desember 1945 ditetapkan sebagai hari jadi Korps Artileri, yang kemudian berkembang menjadi Korps Armed TNI AD.

Setelah pengakuan kedaulatan pada 1949, divisi artileri Angkatan Darat dibangun kembali untuk menghadapi tantangan keamanan dalam negeri. Satuan Armed telah terlibat dalam berbagai operasi penting sepanjang sejarah.

Termasuk penumpasan pemberontakan PKI (1948), Operasi Trikora (1962), Operasi Seroja di Timor Timur (1975-1977), dan operasi pengamanan wilayah lainnya. Seiring perkembangan zaman, pada tahun 2006 terjadi pemisahan Korps Artileri menjadi dua pusat kesenjataan.

Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) dan Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud). Ini menghasilkan penggunaan penanda khusus untuk kedua korps tersebut, yaitu "Arm." untuk Artileri Medan dan "Arh." untuk Artileri Pertahanan Udara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....