Museum di Maluku Utara
- 12 Okt 2024 09:29 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Maluku Utara memiliki sejumlah museum yang kerap kali menjadi daya tarik wisatawan asing maupun lokal untuk berkunjung. Dilansir dari Wikipedia, di Maluku Utara terdapat 3 museum yang terdaftar di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yaitu :
1. Museum Memorial Kedaton Sultan Ternate
Memiliki koleksi berupa barang berharga milik Kesultanan Ternate dan peralatan perang abad ke-15 pada masa kedatangan para bangsa dari Eropa ke Kepulauan Maluku. Jenis koleksinya berupa benda geologi, arkeologi, etnografi, historiografi, numismatika, filologika, teknologi, seni rupa, dan keramologi.
Koleksi utama museum ini adalah sebuah mahkota berumur 500 tahun yang dianggap sakral dan unik karena memiliki rambut yang tumbuh seperti rambut manusia.
Hal ini menjadikan adanya upacara ritual stampa atau pemotongan rambut mahkota setiap setahun sekali di hari raya Iduladha. Terdapat juga singgasana berwarna emas milik Sultan Ternate dan peralatan upacara serta peralatan acara kesultanan.
2. Museum Rempah
Sebuah museum yang dibangun di kawasan Benteng Oranje Ternate yang dikelola sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Ternate. Museum digunakan sebagai pusat dokumentasi, data, dan informasi rempah di Indonesia.
Pembangunan museum ini dilatarbelakangi sejarah panjang kolonial di Indonesia yang diawali kebutuhan rempah pedagang Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda pada abad ke-15.
Koleksi museum berasal dari milik pribadi pecinta budaya, patung, perahu kora-kora, serta cengkih dan pala yang akan ditanam di sekitar museum. Saat ini Museum Rempah memiliki 14 'vitrin' dengan narasi yang seluruhnya masih ditulis dalam Bahasa Indonesia.
3. Museum Sonyine Malige
Museum yang menyimpan koleksi benda berharga milik sultan dan para bangsawan dari Kesultanan Tidore, diresmikan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Indonesia, yaitu Haryati Soebadio pada tahun 1982.
Koleksi dalam museum ini berasal dari pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan jenis koleksinya terdiri dari benda-benda historika dan etnografika.
Koleksi utama berupa mahkota berambut milik Sultan Tidore yang digunakan sebagai alat pemilihan sultan, singgasana kesultanan, tempolong tempat ludah sultan (ketur), pakaian adat, cap kesultanan, peralatan perang, Al-Qur'an kuno tulisan tangan Qalem Mansur dari tahun 1657 yang merupakan salah satu alquran tertua di Tidore, kerajinan dari tembikar, miniatur rumah adat, peralatan penempa besi, dan peralatan berburu.
Museum ini juga menyimpan guci yang ditemukan oleh Kementerian Kelautan melalui Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir di kedalaman laut tanjung Soa-sio dan fragmen berupa piring tua yang ditemukan di tanjung Tongowai.
Selain benda Antik, museum juga memamerkan foto dan lukisan kehidupan masyarakat Tidore pada jaman dahulu, aktifitas perdagangan masyarakat Tidore dan bangsa barat pada abad ke 15, lukisan perang antara Tidore dan Portugis, serta sketsa bangunan beberapa Benteng di Tidore.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....