Sekolah Adat Dodara Dorong pendidikan Berbasis Budaya Lokal

  • 16 Jul 2026 18:04 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tidore – Komunitas Sekolah Adat Dodara menggelar kegiatan Sehari Mengabdi Batch 2 di SD Negeri Maregam, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan yang mengusung tema pelestarian budaya, sejarah, dan lingkungan tersebut berlangsung lancar dengan melibatkan para relawan, guru, serta siswa sebagai peserta utama.

Project Manager Sehari Mengabdi Batch 2, Putri Ummu Sofia, mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk berbagi ilmu sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Tidore dan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.

Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan sejarah dan budaya lokal, tetapi juga mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk membiasakan memilah sampah dengan benar.

"Kami berharap apa yang kami bagikan hari ini dapat memberikan manfaat dan menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi adik-adik di SD Maregam. Semoga mereka semakin bangga terhadap budaya daerahnya serta terbiasa menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah," ujar Ummu Sofia.

Ia menambahkan, perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil. Karena itu, melalui kegiatan tersebut, Sekolah Adat Dodara ingin menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai budaya daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan, mulai dari Kepala SD Negeri Maregam beserta dewan guru, para relawan, hingga para donatur.

Bantuan yang disalurkan berupa Al-Qur'an, buku bacaan, alat tulis, serta perlengkapan kebersihan kelas. Menurut Ummu Sofia, bantuan tersebut tidak hanya melengkapi kebutuhan belajar siswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan terciptanya lingkungan belajar yang nyaman.

"Semoga setiap kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan," katanya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Isra Al-Amin, menjelaskan dipilihnya SD Negeri Maregam sebagai lokasi pengabdian merupakan bagian dari komitmen Sekolah Adat Dodara untuk menjangkau seluruh wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan, termasuk daerah yang berada di luar Pulau Tidore.

Ia menegaskan, komunitas tersebut tidak hanya berfokus pada kegiatan di Pulau Tidore, tetapi juga akan terus memperluas pengabdian ke wilayah lain.

"Insya Allah setelah dari Mare, kami juga akan melaksanakan kegiatan pengabdian di desa-desa yang berada di Kecamatan Oba Utara dan sekitarnya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala SD Negeri Maregam, Ibkar Ali, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Ia berharap kehadiran Komunitas Sekolah Adat Dodara tidak hanya memperkenalkan budaya lokal kepada siswa, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda yang dinilai mulai mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Selain memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya lokal, termasuk pangan tradisional dan berbagai kearifan lokal lainnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan," ujar Ibkar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....