Puta Dino Kayangan Kenalkan Tenun Tidore di Jerman

  • 12 Mei 2026 07:08 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate- Perajin tenun asal Tidore, Puta Dino Kayangan turut ambil bagian dalam gelaran Bulan Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Deutsch Indonesische Gesellschaft Hamburg bersama IKAT Agentur di Matahari Hairstyling, St. Georg, Hamburg, Jerman.

Kegiatan yang berlangsung sejak 8 Mei hingga 8 Juni 2026 itu menghadirkan beragam agenda budaya Nusantara serta forum informatif yang didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hamburg.

Pada hari pembukaan, 8 Mei 2026, Puta Dino Kayangan tampil memperkenalkan kekayaan Tenun Tidore kepada masyarakat internasional. Kehadiran perajin tenun yang dipimpin Anita Gathmir Kaicil menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara tersebut.

Selain mempresentasikan filosofi dan nilai budaya Tenun Tidore, Puta Dino Kayangan juga menggelar mini workshop menenun menggunakan alat sederhana. Para pengunjung terlihat antusias mencoba teknik Tenun Sumpit sambil mempelajari proses kreatif di balik setiap helai kain tradisional khas Maluku Utara itu.

Anita Gathmir Kaicil menjelaskan bahwa keikutsertaan Puta Dino Kayangan dalam Bulan Indonesia 2026 merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Kami senang sekali dapat berbagi kehangatan dan keindahan Tenun Tidore. Pengunjung sangat antusias mencoba Tenun Sumpit, belajar sabar dan merasakan proses kreatif di balik setiap helai kain. Terima kasih sudah membuat acara Bulan Indonesia ini dan mengundang kami, serta kami juga berterima kasih atas sambutan hangatnya,” ujar Anita Gathmir Kaicil.

Acara tersebut juga dihadiri Dyah Narang-Huth selaku CEO IKAT Agentur sekaligus Presiden DIG Hamburg dan partisipasi Puta Dino Kayangan di Hamburg menjadi langkah penting dalam memperluas pengenalan Tenun Tidore ke dunia internasional. Tidak hanya menampilkan karya tekstil tradisional, tetapi juga membawa cerita, identitas budaya, dan semangat pelestarian warisan leluhur dari Maluku Utara ke panggung global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....