Kue Lapis Tidore Jadi Favorit Lebaran, Kini Dilindungi Negara

  • 27 Mar 2026 19:20 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Kue Lapis Tidore menjadi salah satu kuliner khas yang telah lama dikenal masyarakat di Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara. Kue tradisional ini kerap hadir dalam berbagai momen penting dan menjadi sajian favorit pada perayaan hari besar keagamaan.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tidore Kepulauan melalui pelapor Daud Muhammad menyebut kue ini memiliki bentuk bulat sebelum dipotong. Tekstur lembut dan rasa gurih membuatnya banyak diminati terutama saat Idulfitri, Iduladha, serta acara keluarga seperti pernikahan.

“Kue ini bahkan menjadi salah satu hidangan utama yang selalu disajikan kepada tamu di Kedaton Kesultanan Tidore,” ujar Daud Muhammad. Ia menjelaskan keberadaan kue tersebut tidak hanya sebagai makanan tetapi juga bagian penting dari tradisi masyarakat setempat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara Budi Argap Situngkir menyebut Kue Lapis Tidore telah terdaftar sebagai kekayaan intelektual komunal. Status tersebut masuk kategori indikasi asal yang menunjukkan keterkaitan produk dengan daerah asalnya secara resmi dan dilindungi negara.

“Jika sudah tercatat sebagai indikasi asal maka produk tersebut telah mendapatkan perlindungan hukum dari negara,” kata Budi Argap Situngkir. Ia menambahkan indikasi asal menjadi tanda penting untuk menunjukkan identitas suatu produk yang berasal dari wilayah tertentu.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Rian Arvin menilai Maluku Utara memiliki banyak potensi kekayaan intelektual komunal yang perlu dilindungi bersama. Namun, tanpa pencatatan resmi pada DJKI Kementerian Hukum, potensi tersebut berisiko tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.

“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar kekayaan daerah dapat terlindungi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Rian Arvin. Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya dan kuliner daerah tersebut.

Dalam catatan DJKI, keistimewaan Kue Lapis Tidore terletak pada proses pemasakan menggunakan teknik pembakaran dengan suhu tertentu. Proses tersebut menghasilkan perubahan pada pati sehingga menciptakan tekstur lembut dan kenyal yang menjadi ciri khasnya.

Setiap lapisan kue dibuat dengan perhatian khusus agar proses pematangan berjalan sempurna dan menghasilkan bentuk berlapis rapi. Hasil akhirnya tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memberikan cita rasa khas yang disukai banyak kalangan masyarakat. “Fenomena ini menunjukkan peran sains dalam menghasilkan sajian tradisional yang memiliki cita rasa luar biasa lezat,” kata Daud Muhammad.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....