Filosofi Hompimpa dalam Permainan Tradisional Indonesia
- 01 Feb 2026 09:33 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Hompimpa alaium gambreng merupakan salah satu permainan tradisional anak-anak Indonesia yang telah dikenal dan dimainkan secara turun-temurun. Permainan sederhana ini kerap digunakan untuk menentukan giliran, menang, atau kalah dalam sebuah aktivitas bermain, khususnya di kalangan anak-anak.
Istilah hompimpa alaium gambreng diyakini berasal dari bahasa Sanskerta. Mengandung makna filosofis mendalam, yakni “dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain.”
Makna tersebut menunjukkan bahwa hompimpa bukan sekadar metode undian. Melainkan juga mengajarkan nilai spiritual tentang keikhlasan dan penerimaan terhadap hasil yang terjadi.
Secara umum, hompimpa dimainkan oleh tiga orang atau lebih. Para pemain mengucapkan kalimat hompimpa secara bersamaan, lalu pada kata terakhir memperlihatkan telapak tangan dalam posisi terbuka atau tertutup.
Pemain dengan pilihan yang jumlahnya paling sedikit akan keluar sebagai penentu hasil. Baik sebagai pihak yang kalah maupun yang mendapat giliran tertentu, tergantung kesepakatan awal.
Lebih dari sekadar permainan, hompimpa alaium gambreng mencerminkan nilai-nilai budaya luhur seperti kebersamaan, musyawarah, dan sportivitas. Anak-anak diajarkan untuk menerima hasil permainan secara adil, tanpa paksaan dan tanpa konflik, sehingga menumbuhkan sikap lapang dada sejak usia dini.
Meski belum memiliki catatan sejarah tertulis yang pasti, hompimpa tetap lestari dan hidup dalam masyarakat. Terutama di wilayah Jawa dan Betawi dan menyeluruh ke anak-anak Indonesia dengan berbagai variasi kalimat yang digunakan.
Keberadaannya hingga kini menjadi bukti bahwa permainan tradisional Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang relevan lintas generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....