Work-Life Balance: Mitos atau Fakta?

  • 27 Sep 2025 12:53 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Di era serba cepat seperti sekarang, istilah work-life balance menjadi topik yang sering dibicarakan. Banyak orang mempertanyakan apakah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi itu benar-benar ada, atau hanya konsep ideal yang sulit diterapkan.

Menurut psikolog klinis Nur Amalia Djai Mandar, S.Psi., M.Psi., Psikolog, work-life balance adalah fakta, bukan mitos. Ia menegaskan bahwa menyeimbangkan rutinitas pekerjaan dengan prioritas kehidupan pribadi adalah hal yang penting dan realistis untuk dicapai meskipun tentu tidak selalu mudah.

Ketika seseorang terlalu fokus pada pekerjaan dan mengabaikan aspek pribadi seperti keluarga, hobi, atau waktu istirahat, dampaknya bisa serius. Menurut Nur Amalia, ketidakseimbangan ini dapat:

  • Meningkatkan tingkat stres yang berlebihan.
  • Mengganggu kualitas tidur dan pola makan.
  • Menurunkan produktivitas karena tubuh dan pikiran tidak mendapat waktu pemulihan.
  • Memicu masalah kesehatan mental seperti burnout, kecemasan, atau depresi.

Sebaliknya, ketika seseorang bisa mengatur waktu dengan baik, memberi ruang untuk kehidupan pribadi, serta memprioritaskan kesehatan mentalnya, mereka akan lebih fokus, produktif, dan bahagia.

Nur Amalia memberikan beberapa tips praktis untuk menciptakan keseimbangan ini:

  1. Tetapkan batasan waktu bekerja,jangan biarkan pekerjaan “mencuri” seluruh waktu Anda, terutama di luar jam kerja.
  2. Sisihkan waktu untuk diti sendiri, luangkan waktu untuk aktivitas yang menyenangkan, seperti olahraga, membaca, atau sekadar beristirahat.
  3. Komunikasikan kebutuhan, bila pekerjaan terlalu membebani, bicarakan dengan atasan atau rekan kerja agar bisa mencari solusi bersama.

Work-life balance bukanlah mitos. Ia merupakan kondisi yang penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Meski menyeimbangkannya membutuhkan usaha dan disiplin, hasilnya akan terasa pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Seperti yang ditegaskan Nur Amalia, “Menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan hanya soal membagi waktu, tapi juga soal memberi ruang bagi diri sendiri untuk hidup dengan lebih sadar dan sehat.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....