Menikah: Menciptakan Bahagia atau Mencari Bahagia?

  • 17 Sep 2025 06:51 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Banyak orang memandang pernikahan sebagai “gerbang menuju kebahagiaan”. Namun, apakah menikah benar-benar otomatis membuat seseorang bahagia? Ataukah kebahagiaan itu harus diciptakan bersama pasangan?

Psikolog klinis Nur Amalia Djai Mandar menjelaskan bahwa menikah sejatinya adalah tentang menciptakan kebahagiaan, bukan sekadar mencarinya.

“Menikah adalah salah satu bentuk ibadah, sehingga jangan hanya bergantung pada ekspektasi kebahagiaan yang akan datang. Sebaliknya, ciptakan kebahagiaan itu bersama pasangan,” ujarnya.

Menurutnya, kesalahpahaman yang sering terjadi adalah ketika seseorang menikah dengan harapan pasangannya akan menjadi sumber kebahagiaan sepenuhnya. Padahal, kebahagiaan adalah hasil kolaborasi dua individu yang sama-sama berkomitmen untuk saling memahami, mendukung, dan bertumbuh bersama.

Menciptakan kebahagiaan dalam pernikahan berarti:

1. Komunikasi yang sehat, membicarakan perasaan dan kebutuhan secara terbuka.

2. Saling menghargai perbedaan, karena dua individu pasti membawa latar belakang, kebiasaan, dan nilai yang berbeda.

3. Berproses bersama, menghadapi tantangan hidup sebagai satu tim, bukan sebagai lawan.

Pernikahan yang harmonis bukanlah yang bebas masalah, melainkan yang mampu menghadapi masalah dengan bijak. Dengan memahami bahwa kebahagiaan bukan sesuatu yang datang begitu saja, pasangan bisa lebih realistis dalam menjalani kehidupan rumah tangga dan lebih siap untuk terus menumbuhkan cinta dan rasa syukur setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....