BRIKET KEPANA Briket Anti Lengket Ramah Lingkungan
- 13 Sep 2025 20:25 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari tangan-tangan kreatif mahasiswa. Sebuah tim mahasiswa memperkenalkan produk bernama BRIKET KEPANA, sebuah briket unik berbahan dasar limbah batok kelapa muda, cangkang pala, dan cangkang kenari yang diklaim sebagai briket anti-lengket pertama dengan konsep produksi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Dalam Program Tamu Kita di pro4 ternate Tim yang Diprakarsai oleh Rahmat Hidayat selaku Ketua Tim, bersama tiga anggota tim yaitu Fitri Anisa S. Retty, Nadia La Hai, dan Nurnaila Husran Juba, inovasi ini muncul sebagai solusi atas dua isu penting: pengelolaan limbah organikdan efisiensi bahan bakar alternatif, Jumat (12/9/2025)
“Kami melihat potensi besar dari limbah pertanian dan perkebunan lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan pendekatan teknologi sederhana dan prinsip keberlanjutan, kami menciptakan BRIKET KEPANA yang tidak hanya efisien dalam pembakaran, tapi juga tidak meninggalkan lengket berlebih di alat masak,” kata Rahmat Hidayat, Ketua Tim.
Keunggulan utama BRIKET KEPANA terletak pada formulasi bahan bakunya. Penggunaan batok kelapa muda yang biasanya sulit terbakar secara efisien, kini dikombinasikan dengan cangkang pala dan cangkang kenari, dua limbah hasil perkebunan rempah yang kaya minyak atsiri dan memiliki nilai kalor tinggi.
Menurut tim, perpaduan ketiga bahan ini menghasilkan briket yang tidak mudah lengket pada alat masak, serta memiliki waktu pembakaran yang lebih lama dan merata dibandingkan briket konvensional. Selain itu, emisi asap yang dihasilkan jauh lebih rendah, menjadikannya alternatif bersih untuk rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner.
Inovasi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, namun juga memberdayakan potensi ekonomi masyarakat sekitar. Limbah cangkang dan batok yang sebelumnya dibuang atau dibakar kini dapat dibeli oleh tim produksi, membuka peluang ekonomi sirkular di tingkat desa.
Fitri Anisa S. Retty, salah satu anggota tim, menyatakan bahwa masyarakat telah mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengumpulkan dan menjual limbah tersebut. "Ini bisa menjadi solusi lingkungan sekaligus tambahan penghasilan bagi warga," ujarnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa solusi ramah lingkungan itu bisa lahir dari hal-hal sederhana. Bahkan dari yang sering kita anggap sampah,” ata Nadia La Hai, didampingi Nurnaila Husran Juba, dalam sesi presentasi produk.
Dengan hadirnya BRIKET KEPANA, diharapkan muncul lebih banyak inovasi serupa yang mengangkat potensi lokaldan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....