Meneladani Kepemimpinan Nabi di Era Modern
- 03 Sep 2025 18:38 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama dalam membangun masyarakat yang beradab, adil, dan berkeadilan sosial. Dalam konteks keindonesiaan, meneladani kepemimpinan Rasulullah menjadi sangat relevan di tengah tantangan globalisasi dan krisis moral yang melanda.
Dalam program Bacarita pagi Pro4 special kerjasama dengan pemuda ICMI, IAIN, Kementerian Agama di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), sejumlah narasumber menyoroti pentingnya menggali nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi membangun peradaban bangsa.
Akademisi Usman Nomay menegaskan bahwa inti kepemimpinan Nabi Muhammad SAW adalah akhlak mulia. “Rasulullah memimpin dengan hati, bukan hanya strategi. Akhlaknya menjadi fondasi utama dalam mengambil keputusan. Beliau tidak pernah memisahkan antara kekuasaan dan kemanusiaan,” ujar Usman.
Ia menambahkan bahwa dalam konteks modern, pemimpin yang meneladani Rasulullah harus mampu mengedepankan kejujuran, amanah, dan keberpihakan kepada kaum lemah. Ardiyanto, dosen IAIN sekaligus DAI program 3T Kemenag, menyoroti bagaimana strategi kepemimpinan Nabi sangat cocok diterapkan dalam konteks masyarakat pelosok.
“Rasulullah memulai perubahan dari akar rumput, membangun hubungan sosial yang kuat, mengedepankan dialog, dan merangkul semua kalangan. Ini yang kami terapkan dalam dakwah di wilayah 3T,” ujar Ardiyanto.
Ia menekankan pentingnya pendekatan inklusif dan humanis. Dua hal yang menjadi ciri khas dakwah Nabi SAW dalam menyentuh hati umat, bahkan dari kalangan yang awalnya menolak Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....