Awal Bulan Banjir Informasi Jangan Mudah Terprovokasi

  • 01 Sep 2025 10:57 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kalender berganti dan bulan baru dimulai, namun lini masa langsung penuh dengan beragam unggahan. Opini, potongan video, tangkapan layar, dan berita bertubi-tubi hadir, tak semuanya jelas atau lengkap.

Di era digital, media sosial tak lagi sekadar ruang berbagi kisah sederhana antara teman dan keluarga. Ia telah menjelma menjadi alat massa yang berpengaruh, membentuk opini publik, bahkan mampu menggerakkan tindakan nyata.

Sayangnya, derasnya arus informasi yang tersebar di jagat maya tidak selalu datang bersamaan dengan kebenaran. Seringkali justru kabar yang paling cepat viral, adalah kabar paling jauh dari fakta sebenarnya.

Kondisi ini semakin berbahaya ketika situasi sedang panas dan publik mudah sekali tersulut oleh emosi. Logika kerap ditinggalkan saat kemarahan mengambil alih, sehingga keputusan diambil tanpa pertimbangan matang.

Kita sering tergoda menekan tombol share hanya karena isi postingan terasa sejalan dengan hati. Padahal belum tentu postingan itu benar-benar sejalan dengan kenyataan, dan bisa menyesatkan banyak orang.

Di tengah derasnya isu yang datang silih berganti, penting bagi kita berhenti sejenak. Lalu bertanya pada diri sendiri, apakah informasi tersebut sahih atau sekadar kabar liar menyesatkan.

Faktanya, disinformasi masa kini tidak lagi hadir dengan cara kasar, melainkan hadir lebih halus serta meyakinkan. Ia dibungkus rapi menggunakan desain menarik, caption menggetarkan, serta narasi persuasif yang mengusik hati nurani.

Jika masyarakat lengah, maka bisa ikut menyebarkan sesuatu yang memperkeruh keadaan, bukannya mencerahkan situasi sosial. “Masyarakat harus bisa menjadi filter utama atas informasi yang diterima, terutama di media sosial,” ujar Dedy Permadi.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika itu menegaskan, situasi sosial yang memanas sering dimanfaatkan pihak tertentu. Menurutnya, kondisi tersebut rawan dijadikan alat untuk membentuk opini sesat dengan tujuan mengelabui publik luas.

Kominfo mencatat bahwa masa-masa rawan seperti pemilu, demonstrasi sosial, atau bencana, selalu disertai peningkatan hoaks. Saat emosi kolektif sedang tinggi, akurasi informasi sering dikorbankan demi kecepatan pemberitaan dan daya tarik sensasional.

Langkah sederhana penting dilakukan: saring dulu sebelum sharing, cek sumber informasi, bukan hanya berdasarkan viralitas. Hindari posting ketika emosi tinggi, jangan mudah percaya akun anonim, gunakan platform cek fakta terpercaya.

Awal bulan kerap menjadi simbol memulai hal baru yang baik dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Maka, mari kita biasakan lebih bijak bermedsos agar suara publik mencerahkan, bukan menyebarkan informasi salah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....