Gagal diet antara Godaan dan Pola Kurang Konsisten
- 21 Agt 2025 20:54 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Upaya menjaga pola makan sehat kerap dilakukan banyak orang, terutama dengan melakukan diet. Namun, tak sedikit yang akhirnya mengalami kegagalan. Fenomena “gagal diet” ini bukan hanya dialami oleh kalangan tertentu, melainkan hampir semua orang pernah merasakannya.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain godaan makanan favorit, kurangnya konsistensi, serta pola hidup yang tidak seimbang. Banyak orang sudah berkomitmen di awal untuk mengurangi porsi makan, menghindari gorengan, atau rutin berolahraga, namun sulit bertahan dalam jangka panjang.
Menurut Ahli Gizi Indonesia, keberhasilan diet bukan hanya soal menahan lapar, melainkan tentang pola hidup berkelanjutan. “Diet itu bukan menyiksa diri, tapi mengatur pola makan dengan gizi seimbang. Kalau hanya menahan lapar tapi tidak konsisten, akhirnya mudah tergoda dan gagal,” katanya.
Sementara itu, masyarakat memiliki pandangan beragam mengenai diet. Seorang ibu rumah tangga mengaku sering gagal karena tergoda makanan tradisional.
“Saya sudah coba kurangi nasi, tapi kalau ada papeda dan ikan kuah kuning, susah sekali menahan diri,” ujar Purwati sambil tertawa, Kamis (21/8/2025)
Lain halnya dengan mahasiswa, yang menilai diet sulit dilakukan karena aktivitas padat dan kebiasaan makan di luar. “Kalau sudah banyak tugas, maunya makan cepat saji. Jadi niat diet sering berantakan,” kata Neni seorang mahasiswa Universitas Khairun.
Fenomena gagal diet ini bisa menjadi pelajaran bahwa keberhasilan menurunkan berat badan atau menjaga tubuh ideal tidak instan. Kuncinya adalah disiplin, sabar, serta memilih pola diet yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....