Mba Jamu setia di Pasar Jailolo Sejak 1989

  • 18 Agt 2025 07:14 WIB
  •  Ternate

KBRN, Halbar: Di tengah geliat Pasar Rakyat Jailolo yang kini tampil lebih modern setelah direhabilitasi, satu sosok tetap bertahan dengan ciri khasnya: Mba Jamu, penjual jamu tradisional yang sudah berjualan sejak tahun 1989.

Bernama asli Sulastri, perempuan asal Solo, Jawa Tengah, ini lebih dikenal dengan sebutan "Mba Jamu" oleh warga Jailolo. Bahkan saking melekatnya nama itu, dalam berbagai acara sosial seperti arisan, namanya tetap tercatat sebagai “Mba Jamu”. Senin (18/08/2025)

“Ya memang orang tahunya saya Mba Jamu, jadi meskipun di arisan, tetap saja dipanggil begitu. Sudah terbiasa,” ujar beliau sambil tertawa ringan.

Datang merantau ke Jailolo sejak akhir 1980-an, Mba Jamu membawa serta tradisi jamu dari kampung halamannya di Jawa. Dengan racikan khas seperti kunyit asam, beras kencur, dan temulawak, jamu buatannya tetap digemari lintas generasi hingga hari ini.

Resepnya masih pakai cara tradisional, nggak pakai pengawet. Banyak yang cocok, makanya alhamdulillah pelanggan tetap ada terus,” katanya lagi.

Meski pasar telah direnovasi dan tampak lebih bersih dan modern, Mba Jamu tetap setia menempati lapaknya. Botol-botol jamu tertata rapi, dan setiap pagi, pelanggan lama dan baru datang silih berganti.

Salah satu pelanggan, Ibu Rini, mengatakan, “Saya dari kecil sudah minum jamunya Mba. Sekarang anak saya juga ikut minum. Rasanya tetap sama sejak dulu," katanya.

Keberadaan Mba Jamu bukan hanya soal jualan. Ia adalah bagian dari wajah Pasar Jailolo dan bukti hidup bahwa warisan budaya seperti jamu masih punya tempat di tengah zaman modern. Sosoknya adalah pengingat bahwa ketekunan dan keaslian bisa bertahan di mana pun, bahkan jauh dari tanah kelahiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....