Tokoh Agama Serukan Harmoni dan Toleransi

  • 30 Jul 2025 20:17 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kerukunan antar umat beragama menjadi bahasan utama dalam program Bacarita Pagi segmen Kita Indonesia. Hadir dua tokoh agama, Ustad H. Usman Muhamad dan pembina umat Buddha, Marsam, M.si.

Ustad Usman menegaskan bahwa hidup damai dalam masyarakat majemuk merupakan kewajiban moral, bukan sekadar pilihan. “Islam sangat menentang tindakan anarkis, termasuk perusakan tempat ibadah,” ujar Usman, Rabu (30/7/2025).

Ia menyebut tindakan merusak tempat ibadah atas nama agama bukan bagian dari ajaran Islam. “Itu bukan Islam, melainkan fanatisme keliru yang berbahaya dan mencederai ajaran suci,” kata Usman tegas.

Senada, Marsam mengatakan bahwa dalam ajaran Buddha, semua makhluk didoakan agar hidup damai dan bahagia. “Kami diajarkan tidak menyakiti, apalagi menghancurkan tempat ibadah agama lain,” ujar Marsam menjelaskan.

Keduanya menyayangkan masih maraknya fanatisme sempit yang berujung pada kekerasan atau perusakan rumah ibadah. “Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan, itu mencederai nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Usman tegas.

Marsam menambahkan pentingnya dialog lintas agama terutama di kalangan muda untuk mencegah provokasi isu SARA. “Kita harus ajarkan sejak dini bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan ancaman,” kata Marsam lugas.

Melalui dialog ini, keduanya mengajak masyarakat menjaga ruang publik tetap damai, inklusif, dan tanpa kekerasan. “Agama seharusnya menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan,” kata Marsam dan Usman bersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....