Sejarah Hari Jurnalis Internasional

  • 19 Nov 2024 04:14 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Tanggal 19 November di setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jurnalis Internasional. Untuk mengenang para jurnalis yang gugur saat menjalankan tugasnya.

Jurnalis berperan sebagai mata dan telinga masyarakat, dan bertanggung jawab untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan. Sehingga, penting untuk memperingati hari ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.

Di seluruh dunia, jurnalis menghadapi ancaman terhadap nyawa mereka. Beberapa jurnalis sengaja menjadi sasaran dan dibunuh karena pekerjaan mereka.

Sementara beberapa lainnya terbunuh dalam insiden seperti ledakan bom. Banyak pemerintah di seluruh dunia menjadikan jurnalis sebagai target pelecehan, intimidasi, dan kekerasan saat mereka meliput berita politik.

Jurnalisme berawal dari Dinasti Han di Tiongkok, yang memanfaatkan buletin berita yang diterbitkan secara berkala. Namun, baru pada abad ke-17, publikasi yang melaporkan berita kepada masyarakat umum dengan cara yang terstandarisasi mulai muncul.

Teknologi percetakan massal seperti mesin cetak dikembangkan dan memungkinkan berdirinya surat kabar untuk menyediakan berita bagi khalayak yang semakin terpelajar. Catatan pertama tentang penerbit surat kabar swasta di Tiongkok berasal dari akhir Dinasti Ming pada tahun 1582.

Di Eropa, surat kabar pertama sering dikenal sebagai “Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien” karya Johann Carolus, yang diterbitkan pada tahun 1605 di Strasbourg.

Di beberapa wilayah seperti Kekaisaran Romawi dan Kekaisaran Inggris, perusahaan jurnalistik dimulai sebagai usaha swasta. Negara-negara lain seperti Prancis dan Rusia mengendalikan pers dengan ketat.

Memperlakukannya terutama sebagai saluran propaganda pemerintah dan menjadikannya sasaran penyensoran yang konsisten. Pemerintah lain seperti Kekaisaran Rusia bahkan lebih waspada terhadap jurnalis.

Mereka secara efektif melarang publikasi jurnalistik hingga pertengahan abad ke-19. Seiring dengan semakin lazimnya publikasi surat kabar dari waktu ke waktu, penerbit meningkatkan publikasi menjadi mingguan atau harian.

Pusat-pusat perdagangan seperti London, Amsterdam, dan Berlin memiliki konsentrasi surat kabar yang lebih besar. Amerika Latin mendirikan surat kabar pertamanya pada pertengahan hingga akhir abad ke-19.

Saat ini, orang-orang semakin banyak mengonsumsi berita secara digital melalui e-reader, ponsel pintar, dan perangkat elektronik lainnya.

Hal ini menyebabkan menurunnya media tradisional dan berkurangnya staf di ruang redaksi. Era digital juga telah memperkenalkan jurnalisme warga berkat internet.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....