Mengenal Sosok Mohammad Yamin, Tokoh Perumusan Sumpah Pemuda

  • 27 Okt 2024 13:41 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Sumpah Pemuda lahir dari perjuangan para tokoh pemuda Indonesia yang berjuang mempertahankan persatuan bangsa. Salah satu tokoh yang terlibat dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda yaitu Mohammad Yamin.

Dikutip dari situs resmi Badan Bahasa Kemdikbud, Mohammad Yamin dikenal sebagai penyair yang berjasa dalam bidang kesusastraan Indonesia modern. Memiliki peran yang cukup besar dalam sejarah Sumpah Pemuda, berperan sebagai penggagas, dan sekretaris Kongres Pemuda II yang turut merancang teks Sumpah Pemuda dan mendorong penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Mohammad Yamin lahir pada tanggal 23 Agustus 1903 di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Pahlawan Nasional ini juga merupakan seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, sekaligus politikus. Ia juga ahli hukum yang sangat dihormati di Indonesia. Karier politik Yamin dimulai ketika ia masih menjadi mahasiswa di Jakarta. Ketika itu ia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond dan menyusun ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan pada Kongres Pemuda II.

Dalam ikrar tersebut, ia menetapkan Bahasa Indonesia, yang berasal dari Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional Indonesia. Yamin mendesak supaya Bahasa Indonesia dijadikan sebagai alat persatuan. Kemudian setelah kemerdekaan, Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi serta bahasa utama dalam kesusasteraan Indonesia.

Yamin meninggal di Jakarta pada 17 Oktober 1962. Sebagai pencetus ide-ide penting, Yamin mendominasi sejarah politik dan budaya Indonesia modern. Ide-idenya berkontribusi pada kebangkitan politik dan gelora kebanggaan nasional di Indonesia. Pada tahun 1973, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Tercatat bahwa Mohammad Yamin pernah menduduki jabatan anggota kabinet maupun legislatif, antara lain Menteri Kehakiman pada tahun 1951, Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1953-1955, Ketua Dewan Perancang Nasional pada tahun 1962, dan Ketua Dewan Pengawas IKBN Antara pada tahun 1961-1962.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....