Pemkab Halbar Perkuat Penanganan Kebakaran Gunung Gamkonora

  • 21 Sep 2026 18:13 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Halmahera Barat — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Gamkonora, Kecamatan Ibu Selatan.

Pemerintah daerah sebelumnya menerima informasi kebakaran melalui media sosial. Fokus awal penanganan diarahkan pada upaya penyelamatan lima pendaki yang saat kejadian masih berada di kawasan Gunung Gamkonora.

Lima pendaki tersebut berhasil dievakuasi dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Proses evakuasi melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat, serta tim pengamatan gunung api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat, Wawan Gunawan MT. Ali menyatakan, dalam penanganan kebakaran, Pemkab Halmahera Barat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tim Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ibu dan Gunung Gamkonora, pemerintah provinsi, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Barat, Wawan Gunawan MT. Ali

Namun, upaya pemadaman langsung di kawasan puncak masih menghadapi kendala. Kondisi medan yang terjal serta keterbatasan peralatan membuat tim belum dapat melakukan pemadaman secara langsung di lokasi kebakaran.

Wawan menambahkan, untuk mengetahui kondisi terkini, pemerintah bersama tim dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu dan PGA Gamkonora telah melakukan pemantauan menggunakan drone. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui sebaran titik api serta luasan kawasan yang telah terbakar,”

“Hasil pemantauan drone selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah provinsi dan BNPB sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya,” ujar Wawan kepada rri.co.id, Senin 21 September 2026.

Ia mengatakan, untuk penanganan selanjutnya, pemerintah masih menunggu hasil pemantauan drone dan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta BNPB. Dua opsi penanganan yang sedang dibahas yakni operasi modifikasi cuaca (OMC) dan penggunaan helikopter.

Visual beberapa titik api di puncak Gamkonora, Kabupaten Halmahera Barat

Pemerintah daerah juga terus melakukan mitigasi untuk mencegah api meluas ke kawasan perkebunan dan permukiman warga. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Ibu Selatan, dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Berdasarkan informasi sementara dari hasil pengamatan dan wawancara di Desa Baru, kebakaran diketahui bermula dari kawasan Gunung Batu sebelum kemudian api bergerak naik menuju kawasan puncak Gunung Gamkonora. Kondisi cuaca yang kering juga dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar potensi penyebaran api.

“Sementara itu, berdasarkan pemantauan terakhir, masih terdapat sejumlah titik api yang terlihat di kawasan Gunung Gamkonora. Pemantauan pada siang hari menjadi lebih sulit karena kondisi visual yang tidak memungkinkan untuk melihat seluruh titik api dengan jelas,” katanya.

Pemkab Halmahera Barat juga telah mengeluarkan instruksi terkait penanganan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, aktivitas pendakian Gunung Gamkonora untuk sementara ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

“Pemkab Halmahera Barat juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun, terutama ketika melakukan pembukaan lahan. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu dan memperluas kebakaran,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....