Ekstrakurikuler Hijau di Sekolah Bentuk Generasi Peduli Lingkungan

  • 18 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui program ekstrakurikuler hijau, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dibiasakan menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog Green Radio RRI Ternate, Sabtu 15 Agustus 2026, yang menghadirkan Kepala SD Alhairat 05 Ternate, Hindun, bersama Muhammad Asagaf dari komunitas Tres Hero. Keduanya membahas penerapan sekolah hijau sebagai langkah membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

Kepala SD Alhairat 05 Ternate, Hindun, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan siswa. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan diterapkan melalui berbagai pembiasaan yang dilakukan secara langsung.

Selain itu, SD Alhairat 05 Ternate mulai mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan. Dalam berbagai kegiatan sekolah, pihak sekolah tidak lagi menyediakan air minum kemasan dan mengimbau tamu undangan membawa tumbler masing-masing.

Kebijakan tersebut juga diterapkan di lingkungan kantin. Sekolah menyediakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai. Sementara di setiap kelas tersedia galon air sehingga siswa dapat mengisi ulang air minumnya.

Muhammad Asagaf mengatakan, kolaborasi dengan SD Alhairat 05 Ternate telah mendorong munculnya berbagai kegiatan lingkungan. Salah satunya kegiatan pada setiap Sabtu, ketika siswa diajak berkeliling di sekitar kawasan sekolah untuk mengumpulkan sampah, kemudian melanjutkan kegiatan dengan aktivitas lainnya.

Program Tres Hero Kids juga menjadi bagian dari upaya membentuk kebiasaan peduli lingkungan. Melalui program tersebut, siswa diberikan tugas untuk menjaga lingkungan dan mendorong teman-temannya menerapkan kebiasaan seperti membawa tumbler dan kotak makan.

Di SD Alhairat 05 Ternate, kegiatan lingkungan berkembang ke berbagai aktivitas. Siswa mengumpulkan sampah plastik dari rumah, membersihkannya, kemudian mengolahnya menjadi bahan isian bantal. Sekolah juga mengarahkan penggunaan bahan bekas seperti plastik, kardus dan tutup botol sebagai material dekorasi kelas.

Hindun mengakui, tantangan terbesar dalam menjalankan program tersebut adalah menjaga konsistensi. Menurutnya, perubahan perilaku membutuhkan pembiasaan, pengawasan, serta keteladanan dari guru dan orang tua.

Ia menilai guru harus menjadi contoh bagi siswa, termasuk dalam penggunaan tumbler dan menjaga kebersihan. Orang tua juga memiliki peran penting untuk melanjutkan kebiasaan tersebut di lingkungan rumah.

Sementara itu, Assagaf menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, komunitas, dan masyarakat agar gerakan peduli lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Ia berharap konsep sekolah ramah lingkungan dapat diterapkan lebih luas di sekolah dasar dan menengah di Kota Ternate.

Hindun berharap generasi muda Ternate tidak hanya menikmati lingkungan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaganya. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup, bukan sekadar dilakukan ketika ada kegiatan atau perlombaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....