BEM FIB Unkhair Dorong Kebudayaan Menjadi Ruang Kritik Sosial

  • 18 Agt 2026 00:01 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - BEM FIB Universitas Khairun menggelar Pentas Seni dan Talkshow Kebudayaan di Benteng Oranje, Minggu 16 Agustus 2206 malam. Kegiatan bertajuk “Kebudayaan sebagai Instrumen Perubahan Sosial” mengangkat tema “Kebudayaan sebagai Ruang Kritik dan Transformasi Sosial”.

Kegiatan dibuka Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, yang mengapresiasi gagasan mahasiswa dalam mengangkat isu kebudayaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang mempertemukan kebudayaan, seni, sekaligus gagasan dalam suasana akademik dan kreatif.

“Ini menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan kebudayaan, seni, dan gagasan,” ujar Nurain Jalaluddin. Ia berharap ruang semacam ini dapat terus dikembangkan mahasiswa melalui berbagai kegiatan kebudayaan dan kreativitas.

Talkshow menghadirkan Dr. Nurlaela Syarif, Dr. Syahrir Ibnu, M. Rizal Riski Ramli, dan M. Andiansyah Kamu. Para narasumber membahas kebudayaan sebagai bagian kehidupan masyarakat sekaligus ruang membaca perubahan sosial.

Diskusi menyoroti pentingnya menjaga identitas dan kesakralan tradisi di tengah perubahan kehidupan masyarakat.

Namun, pelestarian budaya dinilai perlu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai yang terkandung di dalamnya.

Para narasumber juga membahas perubahan nilai sosial dengan mempertanyakan apa yang berubah dan siapa yang memperoleh manfaat. Kebudayaan dinilai tidak sebatas tarian, bahasa, atau tradisi, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Kebudayaan juga dipandang sebagai medium menyampaikan kritik terhadap berbagai realitas sosial di tengah masyarakat. Kritik dapat disampaikan melalui dialog, puisi, seni pertunjukan, maupun berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.

Usai talkshow, kegiatan dilanjutkan pentas seni berupa musik, tari, dan teatrikal yang dibawakan mahasiswa baru FIB Unkhair. Beragam pertunjukan tersebut menjadi ruang mahasiswa menampilkan kreativitas sekaligus merespons lingkungan sosial melalui seni.

Melalui kegiatan ini, BEM FIB Unkhair menghadirkan ruang ekspresi sekaligus dialog mengenai arah kebudayaan masyarakat. Kegiatan tersebut menegaskan kebudayaan dapat dirawat, dikritisi, dan ditransformasikan mengikuti dinamika kehidupan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....