Pancasila di Era Digital Membangun Generasi Berkarakter dan Berintegritas
- 01 Jun 2026 17:58 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Khairun (Unkhair), Wahyudin Noe dalam dialog spesial bertema “Pancasila di Era Digital, Membangun Generasi Berkarakter dan Berintegritas”.
Menurut Wahyudin, era digital menghadirkan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Namun, di sisi lain juga membawa tantangan serius bagi generasi muda, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga menurunnya etika dalam penggunaan media sosial.
“Pancasila harus menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi. Kemajuan digital tidak boleh membuat kita kehilangan identitas, karakter, dan integritas sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Literasi digital yang dibarengi dengan pendidikan karakter menjadi kunci agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Sejumlah kajian akademik juga menegaskan bahwa pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membangun karakter, integritas, dan moral generasi muda di tengah arus digitalisasi yang semakin kuat.
Wahyudin menambahkan, generasi muda saat ini tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Karakter dan integritas harus berjalan seiring dengan kecakapan digital. Jika generasi muda memiliki kemampuan teknologi yang tinggi namun tanpa moral dan etika, maka kemajuan tersebut justru dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga pemerintah untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa cinta tanah air.
Di era transformasi digital yang terus berkembang, Wahyudin menegaskan bahwa Pancasila harus terus diaktualisasikan dalam berbagai ruang kehidupan, termasuk di dunia digital. Dengan demikian, generasi muda Indonesia dapat menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan berintegritas serta mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....