DWP Unkhair Hadirkan Talkshow UMKM Inspiratif Bersama Owner Ifamoy Ternate
- 21 Mei 2026 16:24 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID Ternate—Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar rapat rutin dan arisan yang dirangkaikan dengan talkshow inspiratif bertema “UMKM Bertahan, Berkembang dan Menginspirasi” Unit Pelaksana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unkhair, Kamis 21 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung meriah dan interaktif di siarkan rri ternate dengan menghadirkan owner Ifamoy Ternate, Sugiarto, sebagai narasumber utama. Acara turut dihadiri Ketua DWP Unkhair, para wakil ketua, ketua unit pelaksana, pengurus, dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unkhair.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, pembacaan doa, pembacaan risalah rapat, pengisian materi, pengarahan Ketua Dharma Wanita Persatuan, hingga arisan dan penutup.
Dalam sesi talkshow, Sugiarto membagikan perjalanan usaha Ifamoy Ternate yang dimulai sejak 2016 melalui produk olahan kenari dengan strategi pemasaran kemasan kecil di pasar retail.“Waktu itu produk kenari sedang tren. Kami buat kemasan kecil seharga Rp800 dan dijual Rp1.000 di retail. Itu booming sampai sekitar tiga tahun,” ujarnya.

Namun, pandemi Covid-19 pada 2019 menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM, termasuk Ifamoy. Pembatasan aktivitas masyarakat membuat penjualan produk oleh-oleh menurun drastis.
Menghadapi kondisi tersebut, Ifamoy kemudian melakukan inovasi dengan menghadirkan produk sari jeruk nipis yang dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi.
“Awalnya hanya sistem pre-order, lama-lama produksi setiap hari. Bahkan bisa mencapai 700 botol per hari,” katanya.
Ia menjelaskan, inovasi menjadi kunci penting dalam mempertahankan usaha di tengah perubahan kondisi pasar. Menurutnya, pelaku UMKM harus mampu membaca peluang dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, konsistensi dan keberanian untuk mencoba juga menjadi faktor utama dalam membangun usaha.
“Kalau dari awal sudah takut gagal, bagaimana mau mencoba. Membuka usaha itu yang penting konsisten dan jangan takut gagal,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Sugiarto juga memperkenalkan sejumlah pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal Maluku Utara, seperti olahan bumbu dapur dan rencana pengembangan sari kenari sebagai alternatif minuman kekinian berbahan susu.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar produk Ifamoy lahir melalui konsep ATM atau “Amati, Tiru, Modifikasi”, dengan memberikan nilai tambah pada komoditas lokal khas Maluku Utara.“Kalau lihat produk di luar daerah, jangan langsung ditiru sama persis. Harus ada nilai tambah dengan bahan lokal kita seperti kenari, pala, dan ikan,” katanya.
Saat ini, Ifamoy diketahui telah menghasilkan lebih dari 40 produk olahan yang dipasarkan di berbagai tempat, termasuk galeri oleh-oleh, swalayan, hingga area bandara.
Sesi dialog berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait strategi bertahan UMKM, pengembangan usaha perempuan, hingga tantangan menghadapi kondisi ekonomi global.Salah satu peserta, Wakil Ketua DWP Unkhair, Hajair, menanyakan strategi pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga melalui UMKM.
Menanggapi hal itu, Sugiarto mengatakan Ifamoy juga melakukan pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu di daerah penghasil komoditas.“Kami memberikan edukasi membuat produk. Kalau mereka sudah siap produksi, nanti produknya kami bantu pasarkan di Ternate,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar bantuan pengembangan UMKM tidak selalu diberikan dalam bentuk uang tunai, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan usaha.“Kalau pelaku usaha bikin roti, lebih baik dibantu oven daripada uang tunai. Karena kalau sesuai kebutuhan usaha, itu pasti dipakai untuk usaha,” katanya.
Dalam sesi lain, peserta juga menanyakan sejarah nama brand Ifamoy. Sugiarto menjelaskan, nama tersebut berasal dari bahasa Makean yang berarti kenari Makean.“Awalnya brand kami beberapa kali berubah. Sampai akhirnya memakai nama Ifamoy yang artinya kenari Makean dan lebih mudah dikenal masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, DWP Unkhair berharap anggota dapat memperoleh inspirasi dan motivasi dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....