Investasi Hilirisasi Awal 2026 Tumbuh, Capai Rp147,5 Triliun

  • 27 Apr 2026 06:24 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Realisasi investasi hilirisasi di Indonesia menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026 dengan capaian signifikan. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan perkembangan tersebut kepada publik secara resmi. Ia menyebut nilai investasi pada triwulan pertama mencapai Rp147,5 triliun dengan pertumbuhan yang cukup stabil.

Capaian tersebut meningkat sekitar 8,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kontribusi investasi hilirisasi juga mencapai hampir sepertiga dari total investasi nasional pada periode tersebut. Hal ini menunjukkan peran penting hilirisasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

Sektor mineral masih menjadi tulang punggung dalam mendorong investasi hilirisasi di dalam negeri. Pengolahan nikel menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi yang mendominasi dibandingkan komoditas lainnya. Selain itu, komoditas seperti tembaga, besi baja, bauksit, dan timah turut memberikan kontribusi signifikan.

Dominasi sektor mineral tidak terlepas dari potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Hilirisasi komoditas mineral dinilai mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah dalam mengurangi ekspor bahan mentah.

Di luar sektor mineral, investasi hilirisasi juga mengalami pertumbuhan pada sektor lainnya yang cukup menjanjikan. Sektor perkebunan dan kehutanan mencatat nilai investasi mencapai Rp29,8 triliun pada triwulan pertama 2026. Komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kayu log, dan karet menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.

Sementara itu, sektor minyak dan gas bumi juga memberikan kontribusi terhadap investasi hilirisasi nasional. Nilai investasi pada sektor ini tercatat mencapai Rp17,7 triliun pada periode yang sama. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor energi tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Sektor perikanan dan kelautan turut menyumbang investasi meskipun dengan nilai yang relatif lebih kecil. Pada triwulan pertama 2026, sektor ini mencatat investasi sebesar Rp1,7 triliun dengan potensi pertumbuhan ke depan. Potensi sumber daya kelautan Indonesia dinilai masih sangat besar untuk terus dikembangkan.

Pemerintah optimistis bahwa pengembangan hilirisasi di berbagai sektor akan terus meningkat sepanjang tahun 2026. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih merata dan berkelanjutan. Selain itu, hilirisasi juga berperan dalam meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia.

Dengan tren positif tersebut, hilirisasi menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat struktur ekonomi nasional. Pemerintah terus mendorong investasi yang berorientasi pada pengolahan dan peningkatan nilai produk dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....