Merangkul Kemanusiaan: Suara Harapan dan Inklusi Tanpa Batas
- 14 Nov 2025 14:51 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Sentra Wasana Bahagia Ternate menggelar dialog interaktif memperingati Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia tahun ini diadakan resmi. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama Yayasan Hobidiai Maluku Utara dan RRI Pro Satu Ternate pada hari kamis (13/11/2025).
Acara ini mengusung tema Merangkul Kemanusiaan sebagai pembuka rangkaian kampanye enam belas hari antikekerasan perempuan yang sangat penting. Agenda utama menyoroti penghapusan kekerasan perempuan pencegahan penyalahgunaan narkoba serta perlindungan anak dan disabilitas terpadu bagi masyarakat rentan.
Sejumlah narasumber hadir termasuk Fadly Irwandi Sadik dari BNNK Halut dan dr Naomi Tampubolon yang memberikan pandangan. Turut hadir Nortje Gardjalay dari DP3A Halut serta Hermawati perwakilan Sentra Wasana Bahagia Maluku Utara dalam dialog aktif.
Fadly Irwandi Sadik menyoroti kriminalitas meningkat akibat penyalahgunaan narkoba yang memicu kekerasan serta berbagai kasus pembunuhan serius. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi lembaga rehabilitasi yang menangani masalah narkoba masyarakat secara berkelanjutan maksimal.
“Banyak kasus pembunuhan dipicu narkoba,” ujar Fadly menegaskan situasi yang kini semakin mengkhawatirkan berbagai kalangan daerah di wilayah. Ia menyebut peningkatan kasus membutuhkan pendekatan edukatif terpadu agar masyarakat memahami bahaya narkoba sejak usia muda secara menyeluruh.
“Sinergi lintas sektor sangat penting memperkuat pencegahan,” katanya menambahkan perlunya kolaborasi berkelanjutan menghadapi ancaman narkoba di daerah kita. Ia berharap kegiatan dialog mampu meningkatkan pemahaman publik mengenai bahaya narkoba serta pentingnya pencegahan dini terpadu bagi generasi.
Nortje Gardjalay menjelaskan keberadaan dua Perda penting yang mengatur perlindungan perempuan anak serta kelompok disabilitas daerah secara komprehensif. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar program pemberdayaan perempuan pendampingan korban serta kampanye antikekerasan masyarakat Halmahera Utara yang berkelanjutan.
dr Naomi Tampubolon menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesetaraan dan inklusi bagi anak penyandang disabilitas daerah tanpa diskriminasi. “Anak disabilitas berhak tumbuh belajar setara,” ucapnya menegaskan peningkatan pemahaman publik mengenai hak sosial kelompok rentan di wilayah.
Sentra Wasana Bahagia memaparkan Program Dua Belas Pas yang menghadirkan pelayanan sosial holistik bagi kelompok rentan daerah setempat. Program tersebut mencakup pemulihan fisik psikologis hukum serta pemberdayaan ekonomi sebagai upaya perlindungan sosial berkelanjutan bagi setiap penerima.
Dialog ditutup seruan bersama menolak segala bentuk kekerasan serta memperjuangkan kemanusiaan tanpa batas demi keadilan masyarakat yang merata. “Kemanusiaan adalah fondasi tindakan sosial,” ujar perwakilan Sentra Wasana Bahagia menutup kegiatan dengan ajakan memperkuat kolaborasi daerah bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....