Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Kualitas Guru dan Siswa Malut
- 06 Nov 2025 17:04 WIB
- Ternate
KBRN, Ternate: Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, Suharti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kualitas guru dan siswa di daerah, termasuk di Provinsi Maluku Utara.
Pernyataan itu disampaikan saat menyerahkan penghargaan apresiasi kepada 76 guru dan tenaga kependidikan berprestasi, dalam acara yang digelar di Bela Hotel Ternate, Rabu (5/11/2025). Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh UPT Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen.
“Hal sama juga dengan kualitas pendidikan masih rendah, baik literasi, numerasi, masih butuh dorongan lagi. Jadi tidak hanya guru, tetapi siswanya juga terus di dorong untuk semakin giat belajar,” ujar Suharti kepada rri.co.id.
Suharti menekankan, peningkatan mutu pendidikan di daerah harus dimulai dari penguatan kompetensi guru. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan berbagai skema pendampingan, pelatihan, serta program pembelajaran mendalam (deep learning) yang menjadi bagian dari kurikulum baru.
Selain itu, dorongan juga diberikan berupa revitalisasi gedung satuan pendidikan di Maluku Utara dengan nilai mencapai Rp66 miliar dari APBN 2025 untuk 54 sekolah menengah di seluruh provinsi. Seluruh upaya ini merupakan wujud pelaksanaan Asta Cita Presiden.
Sekjen menambahkan, apresiasi yang diberikan bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi bentuk pengakuan terhadap inovasi dan dedikasi guru di daerah yang telah berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan. Guru-guru terpilih dari Maluku Utara juga akan menjadi wakil daerah dalam ajang penghargaan tingkat nasional di Jakarta.
Kemendikdasmen mencatat, kualitas pendidikan Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama pada kemampuan dasar literasi dan numerasi siswa. Di Maluku Utara, kondisi serupa juga masih perlu mendapat perhatian serius.
Kepala Kantor UPT GTK Maluku Utara, Rachmat Im Abd. Karim, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal program peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan.
“Apresiasi ini harus menjadi motivasi. Tapi setelah itu, yang lebih penting adalah bagaimana guru terus belajar, terus memperbaiki diri, dan terus membawa perubahan di kelas,” ujar Rachmat.
Ia menyebutkan, pada tahun depan GTK Maluku Utara akan memperluas program pembelajaran mendalam ke sekolah-sekolah nonpenerima BOS Kinerja, agar semakin banyak guru yang menerapkan pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual.
Selain itu, pelatihan bahasa Inggris, bimbingan konseling, hingga peningkatan kompetensi tenaga pustakawan dan administrasi juga akan digelar agar seluruh ekosistem pendidikan di daerah bergerak bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....