Malut Peringkat 8 Nasional Program Cek Kesehatan Gratis
- 30 Okt 2025 21:03 WIB
- Ternate
KBRN, Sofifi: Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen mendukung program nasional. Daerah berjuluk Bumi Moloku Kieraha ini menempati peringkat ke-8 nasional dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)yang menjadi salah satu program Quickwin Presiden Prabowo Subianto.
Capaian ini diungkap Tim Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) yang melakukan kunjungan lapangan dan dialog lintas sektor di Kantor Gubernur Maluku Utara, Kamis (30/10/2025). Kedatangan tim disambut langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Maluku Utara, Kadri Laetje, mewakili Gubernur.
Kadri menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Kemensetneg dan menegaskan bahwa program CKG bukan sekadar kegiatan medis, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Kesehatan anak-anak sekolah bukan hanya isu medis, tapi soal masa depan bangsa. Kalau kita ingin meraih Indonesia Emas 2045, maka kita harus pastikan anak-anak kita sehat fisik, mental, dan sosialnya,” ujarnya.
Kadri menjelaskan, program CKG merupakan langkah strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan fisik dan mental anak usia sekolah, serta bagian dari pembangunan sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data nasional, sebanyak 32,3 juta masyarakat telah terdaftar dalam program CKG, tersebar di 10.226 puskesmas di seluruh Indonesia. Program ini diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia yang sehat dan mandiri.
Perwakilan Tim Kemensetneg, Dhany Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas capaian signifikan tersebut.
“Kami datang untuk melakukan capture capaian prestasi CKG di Maluku Utara. Dan kami mengapresiasi, Malut menempati posisi kedelapan nasional dengan persentase 21,39 persen,” ucap Dhany.
Dari data yang dipaparkan, Kabupaten Halmahera Tengah mencatat capaian tertinggi dengan 57,56 persen, disusul Kota Tidore Kepulauan 31 persen, Kabupaten Taliabu 30 persen, dan Halmahera Selatan 17 persen. Sementara Kota Ternate dan Halmahera Timur menjadi daerah dengan capaian terendah, masing-masing di angka 16 persen.
Dhany menambahkan, pemerintah pusat melalui RPJMN 2025 menargetkan capaian nasional program CKG sebesar 36 persen, sementara Maluku Utara menargetkan 70 persen. Ia optimistis target ambisius tersebut dapat tercapai dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Giscard Kroons, menegaskan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah pusat agar capaian program terus meningkat.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kami optimistis bisa mencapai target 70 persen yang telah ditetapkan,” kata Giscard.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menilai, keberhasilan program CKG bukan hanya soal peringkat, tetapi tentang komitmen dan keberpihakan terhadap hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang merata.
“Ini bukan hanya soal angka, tapi soal keberpihakan. Kesehatan adalah hak rakyat, dan tugas pemerintah adalah memastikan hak itu terpenuhi tanpa kecuali,” kata Kadri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....