Dari Haltim, ANTAM Bangun Masa Depan Generasi Sehat Indonesia

  • 20 Mei 2026 17:31 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Haltim - SUARA diskusi pelajar terdengar memenuhi ruang kelas SMA Negeri 1 Halmahera Timur siang itu. Di antara tawa ringan dan wajah penuh rasa ingin tahu, para siswi duduk memperhatikan penjelasan tenaga kesehatan tentang gizi, kesehatan reproduksi, dan pentingnya menjaga tubuh sejak usia remaja.

Bukan pelajaran biasa, ruang belajar itu perlahan berubah menjadi tempat tumbuhnya kesadaran baru mengenai masa depan generasi. Tepat di momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara melalui program CSR dan ER ANTAM Gibest menghadirkan Kelas Prakonsepsi sebagai langkah nyata mendorong pencegahan stunting sejak dini.

Bagi ANTAM, kebangkitan bangsa tidak hanya dimaknai melalui pembangunan jalan, gedung, ataupun infrastruktur semata. Kebangkitan sesungguhnya dimulai ketika generasi muda memiliki pengetahuan, kesehatan, dan kesiapan membangun kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.

Karena itulah, program ANTAM Gibest terus dijalankan secara berkelanjutan sejak Tahun 2024 dengan melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan pihak sekolah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting memperkuat edukasi kesehatan bagi pelajar perempuan di Kabupaten Halmahera Timur.

Dalam kelas tersebut, para pelajar tidak hanya mendengarkan materi pembelajaran secara formal dari narasumber kesehatan setempat. Mereka juga diajak berbicara tentang pola makan sehat, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, hingga kesiapan membangun keluarga sehat dimasa depan.

Pendekatan edukatif dan partisipatif sengaja dipilih agar suasana pembelajaran terasa lebih dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari. ANTAM berharap pengetahuan yang diterima pelajar tidak berhenti diruang kelas, tetapi dapat diterapkan bersama keluarga dan lingkungan sekitar.

Selama ini, persoalan stunting masih sering dipahami sebagai masalah kesehatan ibu hamil dan balita semata. Padahal, rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan, pola konsumsi sehat, dan kesiapan membangun keluarga turut menjadi akar munculnya risiko stunting.

Melalui program ANTAM Gibest, perusahaan mencoba membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dimulai jauh sebelum seseorang memasuki masa pernikahan. Pendekatan preventif sejak usia remaja dinilai penting karena menjadi langkah awal memutus rantai stunting secara berkelanjutan.

Kegiatan Kelas Prakonsepsi dilaksanakan menggunakan metode edukatif dan partisipatif agar pelajar lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Sosialisasi interaktif bersama tenaga medis dilakukan melalui diskusi kesehatan, pola konsumsi sehat, dan pentingnya menjaga kualitas generasi.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya diposisikan sebagai penerima informasi tetapi juga didorong menjadi agen perubahan lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai pentingnya pencegahan stunting kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.

Selain menyasar peningkatan pengetahuan pelajar, program ANTAM Gibest juga menjadi bentuk komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan wilayah Halmahera Timur. Penguatan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan dunia pendidikan dinilai penting menciptakan ekosistem sosial lebih peduli kesehatan generasi muda.

Data Puskesmas Buli Tahun 2026 menunjukan angka stunting di Kecamatan Maba mengalami penurunan cukup positif pada Triwulan pertama Tahun 2026. Angka stunting tercatat turun dari 17,81 persen menjadi 16,52 persen atau mengalami penurunan sebesar 1,29 persen.

North Maluku Region CSR dan ER Bureau Head, Krisno Budiharto kepada RRI mengatakan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara bersama. Karena itu, ANTAM terus memperkuat berbagai program kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif, edukatif, dan kolaboratif.

Menurut Krisno, sebelumnya ANTAM telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal hasil riset ahli gizi Maluku Utara. Selain itu, perusahaan juga melaksanakan kelas prakonsepsi bagi wanita usia subur dan pemberian vitamin kepada ibu hamil wilayah Kecamatan Maba.

“Kami berharap pendekatan preventif kepada pelajar dan generasi muda mampu memberikan dampak positif bagi kualitas generasi mendatang,” ujar Krisno. Ia menegaskan kolaborasi bersama pemerintah, tenaga kesehatan, dan dunia pendidikan menjadi kunci menciptakan generasi masa depan lebih sehat.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional akhirnya menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan pembangunan fisik semata. Kebangkitan Indonesia juga lahir melalui kesadaran bersama menjaga kualitas generasi sejak usia remaja demi menciptakan masa depan lebih sehat dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....