Kelapa Igo Ratu Takome Jadi Potensi Indikasi

  • 24 Nov 2025 20:30 WIB
  •  Ternate

KBRN, Ternate: Kelapa Dalam Igo Ratu Takome yang berasal dari Kelurahan Takome, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) memiliki keunikan dibandingkan jenis kelapa lainnya.

Sebab ukurannya yang hanya sekepal tangan orang dewasa. Dilansir dari pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum), kata Igo Ratu berasal dari bahasa Ternate, yang berarti Igo adalah kelapa, sedangkan Ratu bermakna ratusan.

Dalam kesempatan tersebut warga Takome, Kota Ternate, Lukman Muhammad, menjelaskan bahwa kalau kelapa yang biasa ditemui itu hanya 10 sampai 20 buah.

"Sementara Kelapa Igo Ratu Takome dalam satu oki (tandan) bisa 100 sampai 300 buah, makanya disebut Ratu, dan dalam setahun biasanya 4 hingga 5 kali panen," ucap Lukman yang menanam kelapa jenis Igo Ratu sejak 1983 ini.

Keunikan Kelapa Igo Ratu membuat Dinas Pertanian Pemerintah Kota Ternate mengusulkan pencatatan sebagai potensi indikasi geografis pada DJKI sehingga kini dilindungi oleh negara.

Kakanwil Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir dalam keterangannya menyampaikan pentingnya pelindungan atas ragam potensi indikasi geografis masyarakat Malut. Pelindungan kekayaan intelektual komunal di antaranya potensi indikasi geografis, kata Argap, bertujuan untuk melindungi produsen dan konsumen dari pemalsuan produk khas wilayah.

“Selain itu, pelindungan potensi indikasi geografis juga untuk menjaga kualitas dan kelestarian produk serta wilayah tersebut,” ungkap Argap, Senin (24/11/2025).

Argap menambahkan bahwa potensi indikasi geografis adalah barang atau produk yang memiliki kualitas, reputasi, atau karakteristik tertentu yang secara substansial terkait dengan lokasi geografis asalnya, namun belum didaftarkan sebagai indikasi geografis.

Dalam mendorong pelindungan kekayaan intelektual, ia mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, kampus, dan seluruh pihak. Untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.

Rekomendasi Berita