Karhutla Desa Sungai Besar Kabupaten Lingga Capai 26 Hektare
- 16 Sep 2026 13:15 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun I, Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, telah memasuki hari kelima. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 26 hektare, dengan sekitar 24 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Meski sebagian besar area telah berhasil ditangani, petugas masih menemukan kepulan asap dan bara api di sejumlah titik. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Karhutla di wilayah tersebut mulai ditangani sejak 11 September 2026. Api kemudian meluas ke kawasan lahan gambut dan rawa kering yang memiliki karakteristik mudah menyimpan bara di bawah permukaan.
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat kembali dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Personel juga melakukan penyisiran guna mencegah api menjalar ke bagian lahan lainnya.
Medan menjadi salah satu kendala utama dalam operasi tersebut. Material gambut dan pohon-pohon besar yang telah lapuk membuat bara dapat bertahan di dalam tanah maupun material organik, meski api di permukaan telah terlihat padam.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Lingga Dody Suhendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur terkait yang terus bekerja di lapangan.
"Penanganan karhutla yang berlangsung berhari-hari membutuhkan kekuatan personel, koordinasi lintas instansi dan pembagian tugas yang efektif," kata Dody, Rabu, 16 September 2026.
Penanganan juga mendapat dukungan Kepala Desa Sungai Besar, Camat Lingga Utara, unsur Polri, TNI AD, TNI AL, BPBD, Satpol PP serta masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan agar pemadaman dapat dilakukan secara menyeluruh sekaligus mencegah api mendekati permukiman.
Petugas akan terus memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun menyimpan bara api. Langkah ini dilakukan karena karhutla di kawasan gambut membutuhkan penanganan berkelanjutan hingga seluruh potensi api benar-benar terkendali.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
"Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....