Karhutla Berulang, Damkar Lingga Soroti Ancaman Musim Kering
- 13 Sep 2026 16:39 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lingga. Dalam satu hari, pada Sabtu 13 September 2026, petugas menangani dua titik kebakaran di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara dan Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir.
Titik pertama berada di Dusun I, Desa Sungai Besar dan merupakan hari kedua penanganan setelah api sebelumnya membakar kawasan lahan yang diperkirakan mencapai 12 hektare. Petugas kembali dikerahkan untuk memutus jalur api dan mencegah titik yang masih terbakar meluas ke area lain.
Tim menuju lokasi dengan membawa mesin robin, selang dan nozzle untuk mendukung proses pemadaman. Petugas juga melakukan penyisiran sepanjang akses jalan sekitar 200 meter menuju sejumlah titik yang masih mengeluarkan api.
Pemadaman kemudian dilanjutkan ke wilayah lahan sawah milik masyarakat. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur bersama masyarakat setempat.
Belum selesai persoalan di Lingga Utara, kebakaran kembali dilaporkan di wilayah Kecamatan Singkep Pesisir pada hari yang sama. Api membakar lahan di Dusun I, RT 01/RW 01, Desa Berindat dan langsung mendapat penanganan petugas gabungan.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mesin robin, satu nozzle dan empat gulung selang. Empat drum milik masyarakat juga dimanfaatkan sebagai sumber air untuk membantu petugas menjangkau dan memadamkan titik api.
Kasatpol PP dan Damkar Lingga, Dody Suhendra, mengatakan kejadian kebakaran lahan mulai sering muncul di sejumlah kecamatan dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena cuaca panas dan kondisi kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar dan api berpotensi cepat meluas.
Menurut Dody, ancaman tersebut bahkan masih berlanjut setelah dua kejadian pada Sabtu. Pada Minggu, 13 September 2026, kebakaran kembali terjadi di kawasan Desa Persiapan Kebun Nyiur, Kecamatan Singkep.
Ia meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran secara sembarangan. Puntung rokok tidak boleh dibuang begitu saja dan pembakaran sampah harus diawasi hingga api benar-benar padam agar tidak merambat ke lahan di sekitarnya.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kalau membakar sampah, dijaga dan dipastikan api benar-benar padam agar tidak merambat,” kata Dody.
Rentetan kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa kondisi lahan kering membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi dari masyarakat.
Pencegahan menjadi langkah penting karena ketika api sudah meluas, petugas harus menghadapi medan, jarak dan keterbatasan sumber air untuk menghentikan pergerakannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....